Kasus Pembakaran Gudang Kotak Suara di Gunungsitoli Belum Terungkap

/

/ Minggu, 04 Agustus 2019 / 10.25 WIB
dailysatu.com - Setelah melakukan penyelidikan sekitar dua bulan lamanya, hingga kini Polres Nias, Sumatera Utara, belum berhasil mengungkap motif dan menangkap pelaku pembakaran gudang tempat penyimpanan kotak suara di Gunungsitoli.

Kendati demikian, Polres Nias mengkalim dari hasil penyelidikan tim Labfor Polda Sumatera Utara (Poldasu) telah menyimpulkan bahwa gudang tempat penyimpanan kotak suara hasil Pemilu 2019 di Kecamatan Gunungsitoli tersebut di bakar bukan terbakar.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan S.Ik MH, menyebut dengan terbatasnya petunjuk dan alat bukti pihaknya menjadi sulit untuk mengungkap motif dan pelaku pembakaran gudang kotak suara yang juga dijadikan kantor PPK Gunungsitoli.

"Polisi masih terus melakukan penyelidikan. Kondisi malam itu menguntungkan pelaku, karena dari hasil CCTV yang dikumpulkan polisi belum bisa menemukan pelakunya", kata Deni saat beraudiensi bersama lima Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Jumat (02/8/2019) sore.

Deni menerangkan, jika polisi sudah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak. Diantaranya PPK, petugas keamanan, dan warga. Bahkan menurutnya, polisi juga sudah menemukan alat bukti namun tidak  untuk diungkap ke publik.

"Pasca kejadian, tim inti ITE Poldasu langsung turun ke Gunungsitoli dengan membawa peralatan canggihnya. Tim itu bergantian monitoring 24 jam selama 3 Minggu. Namun karena petunjuk dan alat bukti dilapangan yang minim, sehingga proses pengungkapannya terkendala", beber Deni.

Sebelumnya, Sabtu (4/05/2019) lalu, sekitar Pukul 04:00 Wib dini hari, gudang tempat penyimpanan kotak suara di Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, terbakar. Peristiwa itu membuat sebagian dukumen beserta kertas suara hasil Pemilu 2019 di Kecamatan Gunungsitoli ludes terbakar. (ds/Ris)
Komentar Anda

Berita Terkini