Jangga bilang Pemko Medan Tak Maksimal lakukan Penanggulangan terhadap warga miskin

/

/ Rabu, 14 Agustus 2019 / 09.14 WIB

dailysatu.com- Anggota DPRD Medan Jangga Siregar menyayangkan kurang maksimalnya Pemko Medan menerapkan Perda Nomor 5 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di ibukota Provinsi Sumut ini.

Oleh karenanya, ia meminta Pemko Medan fokus memperjuangkan peningkatan taraf hidup warga miskin. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak warga Medan yang hidup di bawah garis kemiskinan.


"Kita berharap dengan adanya upaya ini, taraf hidup masyarakat Kota Medan bisa lebih meningkat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di kota ini," ungkapnya saat mensosialisasikan Perda Kota Medan ke-XII Perda tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Sidomulyo Lingkungan 25 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli, Senin (12/8) sore kemarin.

Politisi Partai Hanura ini menambahkan, dirinya juga meminta Pemko Medan lebih selektif lagi dalam memilih atau mendata masyarakat penerima seluruh program pengentasan kemiskinan yang tengah digalakkan. Seperti contoh Program Bedah Rumah, Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya.

"Warga penerima bantuan ini juga ada aturan yang harus dipahami. Contoh, luas bangunan rumah seberapa besar. Apakah lantainya masih tanah, dindingnya terbuat dari tepas (bambu) atau kayu murahan dan tidak memiliki jamban," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi III DPRD Medan ini menyebut ada 5 faktor yang menyebabkan seseorang masuk dalam kategori miskin. Yang pertama karena rendahnya tingkat pendidikan, yang kedua terbatasnya lapangan pekerjaan bagi mereka yang baru saja menamatkan pendidikan di tingkat SMU dan perguruan tinggi.


"Faktor yang ketiga, adalah malas bekerja. Kalau sudah malas untuk mencari pekerjaan, yang rugi itu diri sendiri, bukan orang lain. Karena sektor keuangannya akan terganggu. Sementara faktor keempat adalah beban hidup yang meningkat," urainya.


Untuk faktor terakhir, sebutnya, adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia yang dimiliki kota ini. "Masih banyak SDM yang kesannya sembunyi dan tidak muncul ke permukaan. Kalau pun ada, lebih memilih untuk berkembangdi daerah lain. Ini yang harus kita ubah untuk ke depannya," pungkasnya.(ds/romisyah)

Komentar Anda

Berita Terkini