Diduga Tak Kooperatif, Kaban Kesbangpol Ditangkap Paksa Kejari Paluta

/

/ Kamis, 01 Agustus 2019 / 00.05 WIB
dailysatu.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas Utara (Paluta) lakukan penangkapan paksa terhadap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Padang Lawas Utara (Paluta), Drs Mahlil Rambe SH MH.

Hal ini di ungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Paluta Andri Kurniawan SH, MH melalui Kasi Intelijen Budi Darmawan SH didampingi Kasi Pidsus Hindun Harahap SH, MH dan Kasi Datun Sahbana P. Surbakti SH, MH dalam jumpa Pers di Kantor Kejari Paluta, Rabu (31/07/2019).

Penangkapan paksa tersebut di lakukan di Jalan Lintas Gunungtua – Padang Sidimpuan KM 5, Desa Sigama, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta, Prov. Sumut. Dan penangkapan tersebut katanya  di lakukan tim mereka sendiri dari kejaksaan yang di pimpinannya (kasi Intel) kasi pidsus, kasi datun dan di bantu tim Polsek Padang Bolak.

Menurut kasi Intel, Penangkapan Paksa tersebut dilakukan karena  Drs Mahlil Rambe SH MH tidak kooperatif ketika di periksa waktu proses Penyelidikan terkait dugaan tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan HUT Paluta tahun 2017 lalu. "Kita melakukan penangkapan paksa, karena tersangka tidak koperatif waktu proses penyelidikan terkait dugaan tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan HUT Paluta tahun 2017 lalu," jelasnya.

Budi Darmawan SH menjelaskan lagi, bahwa penangkapan ini dilakukan berdasarkan surat Perintah Penahanan no 3/L.../...4/FD/VI/2019. Artinya selama 20 hari ke depan tersangka Drs Mahlil Rambe di lakukan penahanan karena diduga melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Jo pasal 18 UURI No 31Tahun 1999, sebagaimana diubah dan di tambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 KUHP dengan pidana maksimal 20 th penjara.

Berdasarkan rilis panggilan yang mereka lakukan yang pertama kali sebagai panggilan tersangka adalah tanggal 13 Mei 2019 dan yang kedua tanggal 16 Mei 2019, panggilan ke tiga tanggal 23 Mei 2019 kemudian yang ke empat 11 Juni 2019. Sesui panggilan tersebut tersangka tidak pernah ada tanggapan sama sekali. Dan menurut mereka Kadis tersebut telah menyulitkan proses penyelidikan mereka.

Tersangka sudah mengembalikan sebagian uang yang di duga di korupsi. Tetapi menurut kasi pidsus itu tidak menghapus tindak pidana yang dilakukan oleh Drs Mahlil Rambe SH MH, karena sudah proses penyelidikan. "Walaupun tersangka sudah mengembalikan sebagian uang tersebut, itu tidak berarti menghapus tindak pidana penjara kalau dia mengembalikan nya waktu proses penyelidikan" terangnya.

Berdasarkan hasil dari Inspektorat Uang yang di kembalikan masih sebesar Rp32.650.000,- dari total Rp170.938.636,- .

Dalam kasus tersebut, selain Drs Mahlil Rambe masih ada satu tersangka lagi yaitu Jutan Harahap S. Sos sebagai Kabid di Kesbangpol.

Jutan Harahap S.Sos ini tidak ikut di tangkap Karena selama proses penyelidikan Sutan dianggap Kooperatif. Dan Kabid tersebut nanti akan dipanggil kembali, di tangkap atau tidak nanti akan mereka (pihak kejaksaan) ekspos lagi.(ds/ Malik)
Komentar Anda

Berita Terkini