BAK LIPUN Bengkalis : Tolak Capim KPK Tak Taat Aturan

/

/ Sabtu, 03 Agustus 2019 / 07.03 WIB

dailysatu.com-Sekretaris Badan Anti Korupsi Lembaga Inventarisir Penyalahgunaan Uang Negara (BAK LIPUN) Kabupaten Bengkalis, Wan Muhammad Sobri, menyatakan untuk menolak Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak taat akan aturan terkait pelaporan harta kekayaan mereka.

Wan Sobri menilai para Capim yang saat ini sedang bersaing sudah sewajarnya mengikuti aturan terutama yang berkaitan tentang pelaporan harta kekayaan.

"Rata-rata Capim yang saat ini bersaing itu adalah para penyelenggara negara. Sudah semestinya mereka tahu tentang hukum, khususnya terkait celah korupsi dari harta kekayaan mereka," ucap Wan Sobri dalam surat elektronik yang diterima dailysatu.com, Jumat 2 Agustus 2019.

Melihat hal itu, Wan Sobri sangat sependapat dengan apa yang dilakukan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW) yang meminta para panitia seleksi Capim KPK segera melakukan pencoretan terhadap para capim yang tak mematuhi aturan tersebut.

Wan menilai, jika para Capim itu tidak jujur terhadap harta kekayaannya sendiri apa bisa dan layak menjadi salah satu leader dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Capim yang tak mau melaporkan harta kekayaannya tak layak pimpin KPK. Mereka saja tak mau terbuka dan jujur terhadap harta kekayaannya. Bagaimana pula nanti jika mereka memimpin KPK," tegasnya.

Dia sangat berharap para Panitia Seleksi Capim KPK ini bisa lebih ketat dan tegas terhadap para penerus tongkat estafet pemberantasan korupsi di Indonesia.

Hal ini dinilainya agar citra baik dan independent KPK tak hancur karena oknum-oknum pimpinan yang tak jujur.

Apa yang disampaikan Wan Sobri ini memang sejalan dengan yang disampaikan ICW beberapa waktu lalu di Jakarta beberapa waktu lalu. ICW menilai, banyak nama Capim KPK yang diumumkan dan diloloskan oleh panitia seleksi merupakan orang-orang yang tak taat akan hukum terkait LHKPNnya.(ds/reza)
Komentar Anda

Berita Terkini