Antisipasi Kebakaran Hutan Di Muara, Instansi Terkait Diminta Perketat Pengawasan Hutan

/

/ Selasa, 13 Agustus 2019 / 18.05 WIB

dailysatu.com - Untuk mengantisipasi maraknya kebakaran hutan dan keruskan lahan di sekitar Danau Toba yang terjadi akhir-akhir ini di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), kalangan masyarakat meminta pemerintah dan instansi terkait agar lebih memperketat fungsi pengawasan terhadap kawasan hutan di daerah Danau Toba.

Hal tersebut dikatakan Patar Lumban Gaol, dari LSM LP3D Tapanuli Raya, Selasa (13/8/2019) menyikapi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Huta Lontung dan Desa Silali Toruan Kecamatan Muara, pada bulan Juli lalu.

Dikatakannya, kebakaran yang terjadi pada bulan Juli lalu di kawasan hutan di Muara sudah sangat merugikan daerah tersebut. Dimana, kawasan tersebut merupakan salah satu daerah pinggiran Danau Toba yang merupakan masuk Destinasi Wisata Nasional dan menjadi salah satu prioritas pengembangan pariwisata yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Dia berharap agar instansi dan pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, agar menata dan mengawasi lahan hutan di pinggiran Danau Toba tersebut. 

Bukan itu saja, menurut informasi diperoleh, di kawasan hutan Muara juga terjadi pengambilan getah pinus dengan cara pengkoakan batang pohon pinus yang dijual kepada pengusaha.

Hal ini tentu harus mendapat pengawasan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan hidup karena dampaknya bisa memicu konflik sosial masyarakat setempat.

"Kita minta agar fungsi pengawasan pemerintah dan edukasi kepada masyarakat harus benar-benar dilakukan mengenai dampak kerusakan dan kebakaran hutan di Muara," ujar Patar Lumban Gaol.

Sekedar mengingatkan, Kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Senin, (1/7/2019) sekira pukul 19.40 Wib di Pinggiran Danau Toba, perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara di Kacamatan Muara dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Kecamatan Paranginan.

Informasi diperoleh dailysatu.com, lokasi kebakaran hutan tersebut tepatnya terjadi di Desa Silali Toruan Kecamatan Muara. Jarak titik api ke pemukiman warga diperkirakan sekitar 400 meter.

Saat kejadian tersebut, tindakan pemadaman api sementara dilakukan oleh Babinsa Koramil Muara dan petugas Polsek Muara dibantu masyarakat setempat, karena waktu kejadian mobil pemadam kebakaran Pemkab Taput dan Humbahas belum tiba di lokasi kebakaran.
Karena lokasi kebakaran hutan cukup terjal dan angin cukup kencang. Akibatnya rembesan api semakin menjalar dan melebar hingga ke arah perbukitan Kecamatan Paranginan Kabupaten  Humbahas.

Diperkirakan luas kebakaran 23 hektar. 
Penyebab kebakaran Hutan belum diketahui sampai sekarang. (ds/Bisnur Sitompul)
Komentar Anda

Berita Terkini