Ini Pelaku Pembunuh Irmayani Boru Sianipar, ternyata....

/

/ Selasa, 30 Juli 2019 / 14.52 WIB

dailysatu.com-Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu meringkus FSS alias Fadhli (29) pelaku pembunuhan Irmayani Boru Sianipar warga Dsn l Desa Damuli Pekan Kec. Kualuh Selatan Kab. Labura yang merupakan istrinya sendiri, Senin (29/7) dini hari.

Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang ketika dikomfirmasi melalui Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu IPDA Gunawan Sinurat SH.MH kepada wartawan menyebutkan kronologis kejadian terjadi pada Senin tanggal 29 Juli 2019 sekira pukul 02.00 Wib personil polsek Kualuh Hulu mendapat laporan perihal penemuan mayat perempuan yang diduga bunuh diri yakni Irmayani boru Sianipar di Dusun 1 Desa Damuli Pekan.


Selanjutnya malam itu juga personil yang dipimpin nya itu langsung bergerak melaksanakan olah TKP di Dusun I Desa Damuli Pekan Kec. Kualuh Selatan dan ditemukan tubuh korban berada di kamar korban, dalam keadaan terlentang di atas tempat tidur dan sudah tidak beryawa lagi.


Kemudian dikarenakan tim unit reskrim mencurigai bahwa kematian korban tidak wajar sehubungan dengan lidah korban tidak menjulur, dan kejanggalan lainnya maka terhadap mayat korban dilakukan autopsi sekaligus tim melaksanakan serangkaian penyelidikan kemudian tim juga mengamankan saudara FSS merupakan suami korban guna dilakukan introgasi, yang merupakan orang yang pertama kali melihat korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi, "jelas Kanit"


Dan menurutnya korban ditemukan dalam keadaan gantung diri di dalam kamar namun dari hasil autopsi, menyebutkan bahwa jaringan otot dan pembuluh darah di tenggorokan korban yg memar tercekik pada sebelah kanan dan kiri tidak sinkron/sama sehingga dapat disimpulkan bahwa besar kemungkinan kematian korban bukan akibat gantung diri.


"Berkat penyelidikan timnya, kemudian disesuaikan dengan hasil autopsi serta berdasarkan introgasi saksi-saksi, tim menduga kuat bahwa matinya korban bukan akibat gantung diri melainkan karena dibunuh dan pelakunya adalah suami korban. Kemudian tim melakukan interogasi dan pendalaman kembali kepada suami korban alias pelaku FSS untuk mengejar setiap alibi pembelaan diri yang disebutkannya"


Kanit menyimpulkan dari hasil serangkaian penyelidikan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pelaku atau tersangka nya adalah benar suami korban sendiri dan dari hasil introgasi tersangka diketahui adalah penghisap sabu aktif, memiliki 2 orang anak yang masih kecil umur 1 tahun dan 4 tahun dan Sebelum membunuh korban, tersangka,terlebih dahulu bertengkar dgn korban, kemudian membunuh korban dengan cara mencekik leher korban sampai lemas dengan menggunakan kedua tangan sampai korban meninggal dunia dan tidak bergerak lagi.


Lanjut nya untuk memastikan korban benar benar sudah meninggal, tersangka menjerat leher korban dari belakang sekuat-kuatnya dengan menggunakan tali nilon yg memang berada di kamar korban yg semula berfungsi sebagai tali ayunan anak bayi yang tergantung di plafon rumah. Setelah korban benar-benar tidak bergerak lagi, tidak ada sedikitpun nafas yg keluar dari lubang hidung korban maka tersangka yakin bahwa korban sudah meninggal dunia.


Kemudian lantas tersangka membaringkan tubuh korban di atas tempat tidur kemudian tersangka keluar rumah untuk membangunkan saksi-saksi yang tinggal di sebelah rumah dan berpura pura meminta tolong karena menemukan isterinya dalam keadaan gantung diri dan sudah tidak bernyawa lagi. Tersangka membunuh korban adalah spontanitas setelah pertengkaran dan motifnya adalah karena tersangka cemburu kepada korban akibat korban sering main HP dan ketika tersangka minta berhubungan seksual, korban tidak pernah mau, "jelas G.Sinurat.(ds/din hsb)




Komentar Anda

Berita Terkini