PKL Simpang Empat Asahan Ditertibkan Satpol PP

/

/ Selasa, 18 Juni 2019 / 20.45 WIB
dailysatu.com - Petugas Gabungan Pemerintah Asahan tertibkan lokasi pedagang kaki lima yang beroprasi di Jalan Lintas Sumatera Utara, tepatnya di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Selasa (18/6/2019).

Kabid Perundang-undangan Satpol PP Asahan, Iin mengatakan bahwa penertiban ini dilakukan karena usaha yang beroprasi sebagai pedagang kaki lima dipinggir jalan ini sangat membuat macet perjalanan sehingga pihak pemerintah membongkar lokasi usaha tersebut yang sudah memakan badan jalan.

"Kita sudah lakukan sosialiasi berkali-kali, bahkan mereka sudah menyepakati bahwa mereka akan tidak usaha dipinggir jalan ini, maka dari itu kita tertibkan dan ini juga sudah menindak lanjuti permintaan camatnya," kata Iin saat diwawancarai awak media.

Iin juga menjelaskan bahwa, usaha yang didirikan oleh pedagang ini ialah tidak memiliki izin usaha dan izin berdagang dikawasan jalan ini sehingga Satpol PP Asahan sebagai penindak harus menertibkan para pedagang yang tidam menaati peraturan daerah.

Terlihat dilokasi saat penertiban berlangsung, para pedagang yang lokasinya di tertibkan oleh petugas merasa kesal dan emosi tak karuan sehingga merepet repet karena usaha mencari nafkahnya ditertibkan, "kami mencari makan bukan mencuri, yang kelen tertibkan itu koruptor yang makan duit rakyat, bukan kaminyang mencari makan keluar keringat sampai mati demi membesarkan keluarga,"ungkap opung opung paruh baya dengan teriak saat cekcok adu mulut dengan petugas.

Sementara Ketua Pedagang Pasar Simpang Empat Anggiat Siregar  menyesal dengan tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Asahan, dengan menertibkan para masyarakat yang berjuang mati-matian hendak mencari makan bahkan mereka disini sudah bekerja selama puluhan tahun.

"Kami sadari bahwa kami tidak memiliki izin, kami juga disarankan untuk berjualan dilokasi swasta, kami todak mau karena lokasi tersebut menjadi ajang bisnis sehingga memberatkan kami selaku pedagang," tegas Anggiat.

Dirinya pun mengatakan bahwa, mereka mau berdagang pindah lokasi jika lokasi tersebut sudah disediakan oleh pemerintah kabupaten asahan bukan lokasi swasta yang dapat merugikan kami selaku pedagang.(ds/Nanda)
Komentar Anda

Berita Terkini