Jangga Siregar: Ada 5 Faktor Penyebab Kemiskinan

/

/ Selasa, 18 Juni 2019 / 10.49 WIB

dailysatu.com-Anggota DPRD Medan Jangga Siregar kembali mensosialisasikan sejumlah Peraturan Daerah (Perda) yang telah disahkan antara eksekutif dan legislatif kepada masyarakat. Dengan tujuan, agar masyarakat mengetahui peraturan apa saja yang ada dan menjadi suatu keharusan untuk ditaati bersama.

Bertempat di Jalan Sidomulyo Kecamatan Medan Deli, Senin (17/6) sore, politisi Partai Hanura ini mensosialisasikan Perda Kota Medan ke-XI, Perda 5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan acara Halal bi Halal dengan ratusan kontituen, mengingat hari ini masih dalam suasana balutan bulan Syawal 1440 Hijriah.

Dalam pemaparannya, Jangga menyebut ada 5 faktor yang menyebabkan seseorang masuk dalam kategori miskin. Yang pertama, katanya, karena rendahnya tingkat pendidikan. Akibatnya, angka pengangguran terus bertambah dan menyentuh angka yang cukup signifikan.

 "Faktor yang kedua, terbatasnya lapangan pekerjaan bagi mereka yang baru saja menamatkan pendidikannya baik itu di tingkat SMU maupun perguruan tinggi. Dan faktor yang ketiga, adalah malas bekerja. Apapun alasannya, kalau seseorang itu sudah malas untuk mencari pekerjaan, maka akan berdampak pada sektor keuangannya sendiri," sebutnya.

Lebih lanjut anggota Komisi III DPRD Medan menjelaskan, faktor keempat yang menjadikan seseorang itu miskin adalah beban hidup yang terlalu banyak. Di mana dalam satu kepala keluarga bisa menampung lebih dari lima jiwa, akan mempengaruhi tingkat kebutuhan premier dan sekunder mereka.

 "Memang, pepatah lama menyebutkan kalau banyak anak itu banyak rezeki. Tetapi dengan kondisi ekonomi yang sekarang ini, rasanya memiliki banyak tanggungan akan menjadikan kondisi keuangan keluarga menjadi merosot," sebutnya.

Sementara itu faktor yang terakhir atau kelima yakni keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Masih banyak SDM di Kota Medan ini yang belum tergali dan potensi-potensi apa saja yang mampu menggerakkan ekonomi daerah kita.

 "Kita berharap, siapapun yang terpilih menjadi presiden untuk 5 tahun ke depan, agar lebih memikirkan masyarakat dan kita khususnya warga Kota Medan bisa keluar dari jerat kemiskinan," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Al Ustadz Muhammad Ali Hasibuan yang didaulat memberikan tausyiah mengajak seluruh masyarakat Kota Medan khususnya yang berhadir di acara sosialisasi perda lebih mengedepankan rasa syukur dan sabar. Jika melihat jauh kebelakang saat perjuangan Nabi Besar Muhammad Salallahu 'Alaihi Wassalam, betapa sabarnya beliau mengajak seluruh umat manusia untuk mengikuti ajarannya.

"Maka dari itu, mari kita jalankan syariat yang telah diajarkan baginda rosul kepada para sahabat hingga ulama. Jangan pake jilbab seperti punuk unta, selalu membaca Al Qur'an dan jangan salah dalam mengambil air wudhu agar sholat kita diterima. Kalau cara wudhu kita sempurna, insha Allah berkahlah semuanya," pungkasnya.(ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini