Mahasiswa UNA Minta DPR-RI Ungkap Kematian 500 Orang Perangkat Pemilu

/

/ Rabu, 22 Mei 2019 / 19.29 WIB

dailysatu.com-Ratusan Mahasiswa di Asahan melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Asahan.

Mereka meminta agar DPR-RI membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas musibah kematian perangkat pemilu yang menelan sampai 500 jiwa.

"Kita mendengar kabar bahwa angka kematian petugas kpps sebanyak 500 orang, ini harus digali lagi apa benar penyebabnya kecapean," kata Presiden Mahasiswa Universitas Asahan M.Nur Hidayat dalam orasinya Rabu 22 Mei 2019.

Ia menjelaskan bahwa aksi ini tidak ada permasalahan terkait pasangan calon presiden. Dalam aksi tersebut juga menyinggung  terkait anggaran pemilihan umum sebanyak 25 triliun.

"Kami mendesak Dewan Perwakilan Rakyat segera lakukan evaluasi juga meng audit pengguna dana penyelengaraan pemilu 2019," tegasnya.

Setelah beberapa menit melakukan orasi di halaman gedung DPRD Asahan, akhirnya aspirasi mahasiswa diterima oleh anggota DPRD Asahan.

Anggota DPRD Asahan, H. Hendri Siregar didampingi Rosmansyah menerima aspirasi para mahasiswa dan mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh mahasiswa akan kami pertimbangkan juga kami sampaikan kepada pemimpin.(ds/dicky saragi)
Komentar Anda

Berita Terkini