Listrik Padam di Ramadhan, Asril: PLN Jangan Permainkan Umat Muslim

/

/ Jumat, 10 Mei 2019 / 14.07 WIB

dailysatu.com-Malam tadi, PLN Wilayah Sumut melalui Manager Komunikasi Rudi Artono mengklarifikasi soal pemadaman saat umat sedang shalat tarawih. Namun elemen rakyat menilai alasan itu bisa jadi boomerang bagi perusahaan BUMN tersebut.

Rudi Artonono pada malam tadi  menyebut pemadaman pada Kamis (9/5/2019) malam dikarenakan kurangnya pasokan gas dari PT Arun lewat jalur pipa di Belawan.

"Pemadaman berlangsung 2-3 jam. Humas PLN akan membuat konprensi pers  secepatnya soal pemadaman listrik," kata Rudi.

Menyikapi hal itu, Pemerhati Sosial Medan Utara Institute Muhammad Asril mengingatkan PLN Sumut agar tidak mempermainkan umat yang sedang menjalankan ibadah Ramadhan.

Sebab menurut Asril, alasan yang dilontarkan PLN Sumut terkait pemadaman Kamis (9/5/2019) malam patut dipertanyakan.

Sebelum Ramadhan atau pada Minggu 5 Mei 2019 PLN Sumut meyakini publik bahwa pasokan listrik dari sistem Sumbagut memiliki daya mampu sebesar 2.390 MW dan beban puncak sekitar 2.200 MW, sehingga memiliki cadangan daya sekitar 8 hingga 10 persen.

"Lalu tiba-tiba malam tadi Humas PLN Sumut Rudi Artono menyebut pemadaman pada Kamis malam dikarenakan kurangnya pasokan gas dari PT Arun lewat jalur pipa di Belawan. Jangan sampai hoaks loh, bisa jadi boomerang nanti," tandas Asril.

Malah menurut Asril, kalau menilik pemadaman pada Kamis (9/5/2019) dengan pernyataan PLN Sumut 5 Mei 2019 justru makin berbeda lagi.

"Kami mengingatkan, alasan yang dilontarkan terkait pemadaman ini tidak melecehkan dan melukai perasaan umat," tegas Asril.

Asril yang juga Presidium Medan Jurnalis Club' menyinggung dua perbedaan kondisi PLN Sumut dalam kurun waktu empat hari pasca 5 Mei 2019 setelah PLN Sumut menggelar konferensi pers tentang kesiapan ramadan.

Saat itu, PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara mengklaim menyiapkan suplai pasokan listrik selama 24 Jam non-stop.

Selain itu, PLN dikatakan juga membuat 300 posko siaga yang diamankan 2.456 orang petugas, 49 orang petugas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) atau tanpa padam, 134 unit mobil dan 68 unit motor yang disiagakan dengan SOP khusus puasa dan lebaran.

"Lalu pasca empat hari konferensi pers, PLN Sumut mengklaim ada gangguan pembangkit terkait pemadaman Kamis 9 Mei 2019 jelang sahur," urai Asril.

Atas gangguan itu, Medan Utara Institute mempertanyakan dana perawatan PLN Sumut.

"Ya ini patut kami pertanyakan dan harus ada langkah audit investigasi tentang persoalan ini," tukas Asril.(ds/rel)
Komentar Anda

Berita Terkini