Caleg DPRD Taput Partai Golkar Antonius Tambunan Gugat Perolehan Suara

/

/ Sabtu, 04 Mei 2019 / 18.58 WIB

Foto: Antonius Tambunan, Caleg DPRD Taput Dapil V. (ds/Bisnur Sitompul)

dailysatu.com - Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) , Sumut, dari Partai Golkar Dapil V Pahae Julu, Pahae Jae, Simangumban dan Purbatua, Antonius Tambunan, menggugat perolehan suaranya pada Pemilu 2019 lalu. Ia merasa keberatan dan tidak terima atas perolehan suara dirinya dan teman separtainya yaitu, Marudut Gultom. 

"Saya mempertanyakan perolehan suara Marudut Gultom. Ini telah saya laporkan 29 April 2019 tentang dugaan kecurangan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Taput. Namun sangat disayangkan, penghitungan suara tetap dilanjutkan tanggal 1 Mei kemarin, " ujar Antonius Tambunan kepada wartawan, Sabtu (4/5) di Tarutung.

Antonius Tambunan menjelaskan, suara Marudut Gultom diduga diambil dari partai yang lain dari TPS satu kelurahan dan satu desa di Kecamatan Pahae Jae. 

Padahal, selisih suara mereka 168 suara ketika didata saksi - saksi di penghitungan suara tanggal 17 April kemarin. Hasil perhitungan suara sementara setelah dikumpulkan sebelum perhitungan suara di KPU, Antonius Tambunan meraih 1750 suara. Sementara Marudut Gultom meraih 1582 suara. 

Namun saat perhitungan suara KPU tanggal 1 Mei tingkat Kabupaten Taput, suaranya justru lebih rendah. Antonius Tambunan meraih 1752 suara dan Marudut Gultom meraih 1765 suara. 

"Saya mempertanyakan, mengapa ada perbedaan jumlah suara Caleg DPRD Taput dari Partai Golkar Dapil V di formulir C 1 dan DA 1 Plano di Kelurahan Pasar Sarulla dan Desa Nahornop Marsada Kecamatan Pahae Jae. Di formulir DA 1 Plano di Pasar Sarulla, Marudut Gultom meraih 98 suara dan Antonius Tambunan meraih 15 suara. Sementara di Desa Nahornop Marsada, Marudut Gultom meraih 76 suara dan Antonius Tambunan meraih 14 suara, " jelas Antonius Tambunan.

Kemudian di Formulir DA 1 KK - 3 C,  perolehan suara di Kelurahan Pasar Sarulla Marudut Gultom meraih 158 suara, Antonius Tambunan meraih 15 suara. Begitu juga di Desa Nahornop Marsada, Marudut Gultom meraih 203 suara,  Antonius Tambunan meraih 14 suara. 

Karena dugaan kecurangan ini,  Antonius Tambunan menyatakan, apabila Bawaslu Taput tidak memproses pengaduannya, dirinya akan melaporkan masalah ini ke DKPP. 

Sementara Caleg DPRD Kabupaten Taput, Marudut Gultom dari Partai Golkar saat dikonfirmasi mengatakan, legalitas formulir C 1 dan DA 1 saudara Antonius Tambunan patut dipertanyakan karena tidak tanda tangan saksi Parpol. Formulir C 1 dan DA 1 harus asli dari saksi Partai Golkar. 

"Ketika penghitungan suara, saksi-saksi saudara Antonius Tambunan juga tidak ada menulis keberatan  atau catatan khusus di formulir DA 2 KPU. Jadi, saya selaku Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Taput, juga mempertanyakan keaslian dan keabsahan formulir DA 1 KK - 3 C saudara Antonius Tambunan, " ungkap Marudut Gultom.

Anggota Bawaslu Kabupaten Taput Arthur Simanungkalit yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan, kasus itu pasti akan diproses. Pihaknya tidak ada mendiamkan permasalahan ini. 

"Kita sedang membahas masalah ini di kantor. Jadi, kasus tersebut tidak ada kita diamkan. Setiap informasi dan laporan yang masuk ke Bawaslu Taput pasti akan kita proses," ujarnya. (Bisnur Sitompul)

Komentar Anda

Berita Terkini