Tamat 2006, Ijazah Bidan ini tak kunjung diberikan Akbid Tarutung

/

/ Kamis, 11 April 2019 / 15.17 WIB
Foto: Renata Purba, Seorang Bidan di Taput yang menuntut ijazahnya. (ds/dailysatu.com)

dailysatu.com - Renata Purba (45), seorang Bidan yang bertugas di Puskemas Pembantu Parbubu Banuarea, Desa Parbubu II Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumut, meminta kepada Akademi Kebidanan (Akbid) Tarutung Pemkab Taput, agar memberikan ijazahnya yang selama ini belum ia terima.

Hal tersebut dikatakan Renata Purba kepada dailysatu.com, Kamis (11/4/2019) di kediamannya.

Menurutnya, ketika ia menjalani pendidikan Program Khusus Pasca Bidan di Akbid Tarutung Pemkab Taput tahun 2005 dan lulus 2006, dirinya belum menerima ijazah.

Dijelaskan Renata Purba, saat lulus tahun 2006, ia mengalami sakit dan depresi karena masalah keluarga, sehingga ia tidak sempat mengambil ijazahnya di Akbid tersebut. Pada masa itu, Direktur Akbid Tarutung dijabat oleh Drs Walter Sihombing.

Beberapa waktu lalu dirinya telah disarankan untuk membuat laporan hilang ke Polres Taput, namun hal itu menjadi janggal karena ia merasa tidak ada memegang ijazahnya dan seharusnya pihak Akbid Tarutung yang membuat laporan kehilangan atau tercecer.

"Pada tahun 2018 saya sudah coba minta ijazah saya, namun kata pihak Akbid Tarutung, karena ijazahnya terlalu lama diambil jadi sudah tidak kelihatan lagi. Bulan Januari kemarin saya coba minta lagi, kata Ibu Marni Siregar Direktur Akbid Tarutung sekarang, sudah dicari tetapi tidak kelihatan. Ibu itu juga bilang ke saya tidak berani mereka mengeluarkan pengganti ijazah saya," jelas Renata Purba.

Ditambahkan Renata Purba, pada 13 Maret 2019, pihak Akbid Tarutung yang saat ini dibawah naungan Politekkes Medan, menerbitkan Surat Keterangan Lulus dengan nomor DM.10.01/00/01.01/26/III/2019, yang menyebut Renata Purba adalah benar lulusan Akbid Tarutung Program Khusus TA 2005/2006 sesuai dengan Usul Ujian Akhir (UAP) Nomor 206/II/AKBID/VI/2006 tanggal 12 Juni 2006. Dan telah menyelesaikan Pendidikan Program Khusus Pasca Bidan TA 2005/2006 dan dinyatakan Lulus.

Renata Purba berharap agar ijazahnya bisa segera diberikan oleh pihak Akbid Tarutung, karena dokumen ini sangat penting berkaitan dengan dirinya saat ini yang telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bertugas di Puskesmas Pembantu di Desa Parbubu II Kecamatan Tarutung, Taput.

Seperti dalam hal Midwafe Update (Bidan terkini) dan STR (Surat Tanda Registrasi) Bidan dalam melayani pasien. Ijazah diperlukan untuk mengurus administrasi tersebut.

"Saya juga sudah pernah minta surat pengganti ijazah, tetapi ibu Marni Siregar bilang tidak berani mengeluarkannya," ujarnya.

Renata Purba saat ini menjadi ASN sebagai Kepala Pustu Parbubu Banuarea Desa Parbubu II Kecamatan Tarutung Taput sejak Tahun 2014. Ia diangkat menjadi PNS Tahun 2007.

Sementara Direktur Akbid Tarutung Pemkab Taput, Marni Siregar SST MKes, ketika dikonfirmasi di kantornya mengatakan, pihaknya telah berusaha mencari dan menghubungi orang-orang yang mengurus ijazah Renata Purba.

Menurut Marni Siregar SST MKes, ijazah atas nama Renata Purba sudah mereka cari di arsip Akbid Tarutung, namun hanya transkrip nilai yang bersangkutan saat ini ada disimpan di kantornya. Biasanya bila mahasiswa selesai wisuda, besoknya ijazah langsung dibagi dan mereka ambil.

"Terimakasih informasinya Pak. Mengingat ijazah yang bersangkutan dikeluarkan tidak dimasa saya, namun usaha tetap kita lakukan. Kita masih konsultasi ke pimpinan untuk mencari solusinya," ujar Marni Siregar. (Bisnur Sitompul)


Komentar Anda

Berita Terkini