74 Jenis Narkotika Jenis Baru Masuk Ke Indonesia

/

/ Senin, 15 April 2019 / 17.09 WIB

dailysatu.com-Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Brigjen Pol Atrial menerangkan ada 74 jenis narkotika jenis baru yang masuk ke Indonesia ini. Sayangnya dari jumlah itu baru 64 yang tercover ke dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dari catatan kita jumlah pengguna narkotika di Indonesia sekitar 3,3 juta orang. Dan Sumut sendiri menduduki peringkat ke dua di Indonesia setelah Jakarta dengan jumlah pengguna narkotika sekitar 250 ribu orang," jelas Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial didampingi Kabid Pemberantasan Narkoba, AKBP Agus Halimimuddin saat Ngobrol Santai (Ngobras) dengan wartawan Unit Polrestabes Medan, Senin (15/4/2019) di Media Center Polrestabes Medan.

Dari data tersebut, lanjut Atrial, harus ada langkah untuk menekan angka permintaan narkotika, salah satu caranya dengan upaya rehabilitasi terhadap para pengguna narkoba. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan upaya pencegahan dengan melakuan sosialisasi ke masyarakat.

Namun yang terpenting, kata Atrial, pencegahan narkoba harus dimulai dari keluarga. Masyarakat harus mampu menciptakan ketahanan terhadap narkoba.  "Untuk mencegah narkoba harus dimulai dari keluarga, setiap anggota keluarga harus memiliki ketahanan terhadap narkoba. Dalam waktu dekat kita juga akan meresmikan desa bersih narkoba (Bersinar) di wilayah Sergai,"katanya.

Dikatakan, masyarakat jangan takut untuk melapor ke petugas jika menemukan adanya transaksi dan pengguna narkoba. Sebab, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya ditangani oleh aparat penegak hukum saja. Masyarakat dan media juga punya peran yang tak kalah penting dalam upaya pemberantasan narkoba.

"Peran media sangat penting sekali untuk memberantas narkoba. Dalam beberapa kasus yang kita ungkap, kita juga sering menerima informasi dari media yang kemudian kita tindaklanjuti. Ini juga membuktikan bahwa semua harus berperan untuk memberantas narkoba,"katanya.

Atrial menambahkan, jelang Pemilu pihaknya mengimbau agar masyarakat mewaspadai peredaran narkoba. Sebab, permintaan narkoba diyakini akan meningkat saat libur.

 "Saat libur sering dimanfaatkan para bandar untuk mengedarkan narkoba. Sebab, saat libur biasanya permintaan narkoba meningkat,"katanya.

"Kita juga sama-sama berharap semoga Pemilu ini berjalan aman dan lancar. Mari kita sama-sama menjaga situasi Kamtibmas," tukasnya.(ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini