Sosialisasi Perda KTR , Yusuf : Kesadaran Tidak Merokok Sebaiknya Dibangun Mulai Dari Rumah Sendiri

/

/ Senin, 25 Maret 2019 / 11.30 WIB
Anggota DPRD Medan Muhammad Yusuf SPdI dalam Sosialisasi ke VI Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 3 tahun 2014 tentang  Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jalan Pulau Ambon Lingkungan VII Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan Minggu 24 Maret 2019

dailysatu.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Muhammad Yusuf mengimbau kepada masyarakat untuk tidak merokok di zona Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
         
Hal ini guna menciptakan Medan bersih bebas asap rokok,  karena sampai hari ini masih banyak kawasan yang ditetapkan sebagai zona bebas asap rokok, namun tetap saja banyak orang yang merokok.
       
Demikian dikatakan Anggota DPRD Medan Muhammad Yusuf SPdI dalam Sosialisasi ke VI Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 3 tahun 2014 tentang  Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jalan Pulau Ambon Lingkungan VII Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan Minggu 24 Maret 2019.
       
Sebab kata Wakil Komisi B DPRD Medan ini, akan ada sanksi bagi pihak yang melanggar ketentuan Perda KTR ini. Seperti yang diatur dalam pasal 44 , setiap yang merokok area KTR diancam kurungan tiga hari dan pidana denda Rp 50 ribu.
           
Sementara itu bagi setiap pengelola/pimpinan penanggung jawab KTR yang tidak melakukan pengawasan internal dengan membiarkan orang merokok diancam pidana kurungan 15 hari dan pidana denda Rp10 juta.
           
Dikatakan Yusuf, kesadaran untuk tidak merokok sebaiknya dibangun mulai dari dalam rumah, karena keluarga khususnya anak-anak yang ikut tinggal di dalam rumah sangat rentan menjadi perokok pasif. Bila ini disadari maka keinginan untuk merokok di luar rumah ataupun di tempat umum dapat terhindari.
     
Adapun yang dimaksud zona KTR adalah semua fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.
       
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga meminta, pemilik angkutan umum wajib memberitahukan kepada pengemudi untuk tidak merokok dan tidak membiarkan penumpang merokok. Dan selanjutnya pada pasal 28, ditekankan bagi pengemudi/sopir wajib melarang penumpang merokok.
         
Sebagaimana diketahui Perda No 3 Tahun 2014 terdiri dari XVI BAB dan 47 Pasal. Dalam pasal 7 KTR disebutkan beberapa lokasi yang haram untuk merokok yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.
       
Sama halnya mengenai pemasangan iklan rokok dan etika pemasangan reklame serta sponsor rokok. Maka itu kepada semua pihak diminta supaya lebih berhati hati dalam pemasangan iklan rokok.(ds/romisyah)




Komentar Anda

Berita Terkini