Sosialisasi Perda KTR Belum Maksimal

/

/ Senin, 25 Maret 2019 / 09.00 WIB

dailysatu.com- Anggota DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung menyoroti penerapan peraturan daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Menurutnya, hingga kini Pemko Medan belum maksimal menyosialisasikannya ke masyarakat.

Dia mengungkapkan, belum maksimalnya sosialisasi perda KTR dapat dilihat dari minimnya imbauan larangan merokok di titik-titik yang sudah ditentukan.

"Kalau belum maksimal seperti ini, takutnya banyak masyarakat tidak tahu di titik mana saja tidak perbolehkan merokok," ungkapnya dalam Sosialisasi Perda KTR yang digelar di Komplek Griya Riatur Indah, Jalan Krisan Blok D-36 Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Helvetia, Minggu 24 Maret 2019.

Menurutnya, Pemko Medan harus punya banyak ide untuk menyosialisasikan perda kawasan tanpa rokok. Bukan hanya bentuk tulisan, tapi juga berupa gambar atau siaran berulang di kawasan yang masuk dalam perda.

"Bentuk sosialisasi harus efektif. Sehingga masyarakat bisa memahaminya," ujarnya.

Dia berharap, Pemko Medan dapat menerapkan perda kawasan tanpa rokok dengan maksimal. Sehingga, beberapa tempat yang sudah ditetapkan. Seperti, lokasi pelayanan kesehatan, tempat pendidikan dan kantor benar-benar bebas dari asap rokok.

"Saya harap masyarakat juga dapat menaati perda ini dan bersama-sama untuk mengawalnya,"kata politisi perempuan Gerindra itu.

Dalam Perda ini, disebutkan setiap orang yang merokok di tempat yang dinyatakan dilarang akan diancam pidana kurungan paling lama tiga hari.

"Orang yang merokok di tempat atau area yang dinyatakan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) diancam pidana kurungan paling lama tiga hari. Atau denda paling banyak Rp 50.000," ujarnya.

Sementara itu, setiap orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan atau membeli rokok akan diancam pidana kurungan paling lama tujuh hari atau denda paling banyak Rp 5 juta. Ia mengatakan, Perda ini dibuat dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang sehat.

Ditambahkannya, di beberapa kota, seperti Jakarta dan Bandung, Perda mengenai KTR telah berjalan. Untuk itu, masyarakat Kota Medan juga perlu pemahaman dan informasi mengenai Perda tersebut.

"Makanya kita perlu menyosialisasikan ke masyarakat biar tidak kena tindak pidana," ujarnya.

Dijelaskannya, Perda Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok ini sudah lama dikeluarkan. Namun pemahaman masyarakat harus ditingkatkan untuk menciptakan kehidupan yang sehat dalam lingkungan, khususnya di dalam keluarga.

Di dalam Perda tersebut, adapun tempat-tempat yang dilarang merokok atau KTR adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

"Di rumah sakit ini tentunya tidak boleh merokok. Jadi kalau ada yang keluarga pasien menjenguk kemudian merokok, itu tidak boleh. Bisa ditegur itu. Tempat umum ini, semua tempat tertutup yang dapat diakses oleh umum. Di kantor pemerintahan juga," pungkasnya. (ds/romisyah)





Komentar Anda

Berita Terkini