Selain bantah telah dipecat, 13 PAC sebut Baharuddin Harahap tak serius menangkan Prabowo-Sandi

/

/ Rabu, 13 Maret 2019 / 18.05 WIB

dailysatu.com- 13 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra di Asahan menuding Ketua DPC Gerindra Asahan Baharuddin Harahap tidak serius memenangkan pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Selain itu,ke-13 PAC Gerindra itu mengaku kecewa dan membantah terhadap pernyataan Burhanudin Harahap yang mengatakan bahwa 13 PAC dari 25 PAC Gerindra Kabupaten Asahan dipecat dikarenakan tidak solid.

"Saya ini kader Gerindra bahkan duluan saya dari pada Baharudin Harahap, seenaknya saja ia mengatakan kami dipecat ia hanya merasa sakit hati dengan kami karena kami telah berikan surat mosi tidak percaya kepada Sekjend Dpp Gerindra Ahmad Muzani saat kunjungan di Asahan," ungkap Ketua PAC Gerindra Simpang Empat Tohir Sitorus, Rabu 13 Maret 2019.

Yang harus dipertegas,katanya, Ke 13 PAC dari 25 PAC yang ada diKabupaten Asahan meminta Sekjend DPP Gerindra agar segera mencopot Baharudin Harahap dikarenakan tidak serius bereran aktip untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

"Buktinya ia tidak ada buat kegiatan Partai untuk menaikan elektabilitas prabowo sandi di Asahan, dia juga tidak loyalitas dalam kepengursan partai Gerindra," katanya.

Sementara Sekretaris PAC Sei Dadap Fadil juga menjalaskan, tentang kekecewaan mereka kepada Baharudin dalam memimpin DPC Gerindra Asahan.

Dia mengatakan tidak pernah Ketua Gerindra Asahan Baharudin Harahap turun ke kecamatan atau mengadakan rapat PAC selama ia memimpin Partai Gerindra.

"Bahkanpun dana pembinaan untuk cabang pun tidak ada, bagaimana kami menjalankan kegiatan yang berupa meningkatkan ilmu pendidikan, makanya kami menduga bahwa Baharudin selaku ketua tim kampanye prabowo sandi," ungkap Fadil.

Ditempat berbeda Ketua Dpc Gerindra Asahan Baharudin Harahap saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan bahwa ke 13 PAC tersebut bukan dipecat tapi pergeseran organisasi.

"Karena SK nya sudah habis jadi mereka saya geser, maaf ya saya lagi ada rapat pula ini," kata Baharudin Harahap dan sepontan mematikan telepon seakan akan enggan diwawancarai awak media.

Diketahui lagi SK yang dipegang PAC Simpang Empat masih memiliki jangka waktu panjang bahkan SK yang dipegang Tohir Sitorus bahkan masih berlaku sampai beberapa tahun akan datang dan tidak sesuai pernyataan Baharudin Harahap bahwa mereka sudah habis masa khidmat.(ds/dickysaragi)
Komentar Anda

Berita Terkini