Nanda Ramli : Walaupun tidak punya kartu KIS, tapi memiliki KTP dapat berobat di puskesmas dengan gratis

/

/ Kamis, 07 Maret 2019 / 15.38 WIB

dailysatu.com- Anggota DPRD Medan, Iswanda Ramli melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 7 Tahun 2016 Tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Komplek Perumahan Setia Budi Indah (Tasbih) Blok A32/33, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, baru-baru ini.

Dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPRD Medan itu mengatakan bahwa Perda 7 Tahun 2016 ini sangat penting disosialisasikan agar warga Medan dapat mengetahui tidak ada lagi pungutan biaya retribusi untuk menggunakan jasa layanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Warga yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berobat ke Puskesmas tidak dipungut biaya retribusi. Hal ini tercantum di perda pada Bab VI Pasal 11 yang menyebut bagi penduduk Perda tersebut yang menyebutkan bahwa penduduk yang memiliki dan menunjukkan daerah KTP/KRT/KS atau kartu jaminan/asuransi kesehatan lainnya tidak dipungut biaya retribusi bila berobat di puskesmas. Jadi, walaupun tidak punya kartu KIS, tapi memiliki KTP dapat berobat di puskesmas dengan gratis,” terangnya.

Selain itu, lanjut politisi Golkar Medan ini, bagi keluarga yang tidak mampu, anak jalanan dan korban kekerasan dan yang dipersamakan serta kelompok tertentu juga tidak dibebankan biaya retribusi layanan kesehatan karena biayanya dibebankan kepada Pemerintah Daerah sesuai aturan pada Bab IX Pasal 16.

Menurutnya,tujuan diterbitkannya Perda 7 Tahun 2016 ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terjangkau dan terbuka bagi masyarakat. Kemudian, meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

“Perda ini dibuat karena masih banyaknya permasalahan pelayanan kesehatan di Kota Medan. Termasuk seringnya ada masalah pelayanan buruk terhadap warga peserta BPJS Kesehatan Mandiri dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) saat berobat di pusat-pusat layanan kesehatan. Karenanya, diharapkan keberadaan perda ini dapat meminimalisir permasalahan-permasalahan tersebut sehingga warga dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas baik,” jelasnya.

Masih dalam kesempatan itu, Ketua PDK Kosgoro 1957 Medan  berharap masyarakat dapat memahami tujuan dan fungsi Perda Retribusi Pelayanan Kesehatan tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

 “Perda ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pelayan ini,” katanya.

Oleh karenanya, Nanda begitu sapaan akrabnya akan berupaya dan mendorong agar dapat dilakukan revisi dan perbaikan Perda Retribusi Pelayanan Kesehatan tersebut.

"Agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kota Medan benar-benar dapat diakomodir di dalam Perda ini, " tutupnya.

Dalam sesi tanya jawab, Syahnan warga Jalan Garuda mempertanyakan apakah semua penyakit dicover bila minta rujukan ke puskesmas khususnya bagi anak jalanan.

Menjawab itu,Nanda menyebutkan bahwa bagi anak jalanan yang menderita sakit bisa terlebih dahulu mendapat penanganan dari puskesmas atau RS Tipe C guna mendapatkan rujukan ke rumah sakit lainnya.(ds/romisyah)

Komentar Anda

Berita Terkini