Kejaksaan Asahan Minta Zulfikar Menyerahkan Diri

/

/ Selasa, 05 Maret 2019 / 17.49 WIB

dailysatu.com-Kejaksaan Negeri Asahan meminta dan menghimbau kepada mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kisaran,Drs.Zulfikar agar segera menyerahkan diri ke Kantor Kejaksaan sebelum dijemput paksa.


Hal ini dikatakan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Asahan,Aji Satrio P kepada wartawan dalam konfrensi pers nya di Aula Kejaksaan Jalan WR Suparatman Kisaran, Selasa (5/3) sekira pukul 10:30 WIB.


"Kami himbau dan minta kepada tersangka,untuk segera menyerakan diri agar datang ke kantor kami. Dan kami juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaannya, untuk melaporkan keberadaan Zulkfikar," pinta Aji Satrio P.


Menurut Aji Satrio,Zulfikar sebelumnya dilaporkan terkait kasus tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) senilai Rp.1 Miliyard pada tahun 2016 hingga 2018.


Dimana tersangka melakukan korupsi dengan modus membuat SK tidak sesuai dengan juknis BOS. Tersangka lalu membuat pembelian uang belanja barang sekolah lebih dari Rp.10 juta pencairannya,yang semuanya dia keluarkan sebagian fiktif. Hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.900 juta.


Seterusnya,setelah kami melakukan penyelidikan dan memanggil tersangka untuk pertama kalinya. Akan tetapi tersangka tidak datang juga,hingga panggilan kedua dan ketiga. Tidak ada etikat baik tersangka,maka kami melakukan pencarian dengan datang kerumahnya.


"Setelah pihak kami melakukan panggilan hingga ketiga kali. Namun tersangka tidak juga datang untuk memenuhi panggilan kami. Akhirnya kami mengecek kerumah tersangka,akan tetapi dia sudah kabur dari rumahnya. Karena menurut RW disana dia menyewa rumah. Makanya tersangka bisa melarikan diri dari kediamannya bersama istri dan anaknya," ujar Aji Satrio P.


Sebelumnya,lanjut Aji, pihak kami juga sudah melakukan pencarian tersangka dengan melibatkan unit Reskrim kepolisian polres Asahan untuk mencarinya.Akan tetapi yang bersangkutan sudah kabur dari Asahan. Hingga kini belum diketahui keberadaannya.


"Karena yang bersangkutan melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya. Akhirnya kami menetapkan tersangka Zulfikar sebagai DPO Kejaksaan Asahan. Bahkan,kami juga sudah menyerakan foto dan ciri ciri tersangka di media sosial akun facebook resmi Kejaksaan Asahan," sebut Aji Satrio. (ds/Hendri)
Komentar Anda

Berita Terkini