Kasus Pengancaman Wartawan, Praktisi Hukum Minta Polisi Bertindak Tegas

/

/ Kamis, 14 Maret 2019 / 09.00 WIB
dailysatu.com - Kasus pengancaman dan penghinaan terhadap wartawan, yang dilakukan oleh Satuan Petugas Pengamanan ( Satpam) Pelindo 1 cabang Belawan terus mendapat sorotan dari berbagai eleman masyarakat.

Kali ini,sorotan tersebut datang dari praktisi hukum yang meminta agar kasus ini ditindak lanjut dengan serius.

"Dalam hal ini, kita minta Kapolres Belawan segara bertindak tegas atas laporan tersebut. Sehingga hal serupa tidak lagi terjadi terhadap awak media yang mendapat pengancaman saat melakukan peliputan," ucap M Yasir Silitonga SH MH seorang praktisi hukum Sumatera utara kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

Lebih lanjut dijelaskanya, pengancaman terhadap insan pers
merupakan pelanggaran Hak Azasi Manusia dan mengancam kebebasan demokrasi Indonesia.

"Oleh karenanya, Polres Belawan diminta merespon laporan dalam kaitan pengancaman wartawan dan memproses hukum pelaku," jelasnya.

Selain itu, Yasir menegaskan, pihak PT Pelindo 1 cabang Belawan harus pro aktif dalam menindak Satuan pengamanan (Satpam) yang tidak memiliki etika dalam melaksanakan tugas pokoknya dalam melakukan pengamanan.

"Sekali lagi kita tegaskan kepada Direksi PT Pelindo 1 cabang Belawan, untuk memberikan bimbingan  terhadap petugas keamanan tersebut. Agar kedepanya tidak terjadi pengancaman terhadap awak media yang sedang melakukan peliputan," tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra yang dikofirmasi perihal laporan pengancaman wartawan hanya berkomentar singkat.

"PT Pelindo Cabang Belawan sudah kita lakukan pemanggilan untuk pemeriksaan,"ucapnya singkat.(ds/02)
Komentar Anda

Berita Terkini