Jangga Ajak Warga Sadar Lingkungan

/

/ Rabu, 06 Maret 2019 / 09.11 WIB

dailysatu.com-Anggota DPRD Medan Jangga Siregar SH mengajak masyarakat proaktif membersihkan lingkungan masing masing dan berpartisipasi manjaga kebersihan kota Medan. Selain itu, Jangga Siregar juga menuntut Pemko Medan supaya melakukan penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Terjun Medan Marelan.

Penegasan itu disampaikan anggota DPRD Medan Jangga Siregar SH (Partai Hanura) saat melakukan sosialisasi IV Tahun 2019 Perda (Sosper) Kota Medan No 6/2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Marelan 9 Pasar I rel Gg Serba Jadi Ujung lingkungan VI Kel Tanah Enam Ratus Kec Medan Marelan, Selasa (5/3/2019). Hadir Kepling IV Selamat dan Kepling 3 Sumini, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat.

Disampaikan Jangga, saatnya Pemko Medan memaksimalkan penerapan Perda Persampahan. Untuk itu Pemko Medan supaya memfasilitasi sarana dan prasarana, seperti tong sampah dan gerobak. Tidak kecuali, Jangga minta Pemko Medan tidak menganaktirikan pembangunan dan penataan tanah enam ratus.

Pada kesempatan yang sama, Kepling 6 Tanah Enam Ratus Selamat menyampaikan, adanya perda persampahan diharapkan warga mengerti dan berpartisipasi menjaga kebersihan. Kepada Jangga Siregar diharapkan tetap peduli terhadap peningkatan pembangunan lingkungannya.

Sebagaimana diketahui, Perda Pengeloaan Persampahan terdiri XVII BAB dan 37 Pasal yang bertujuan menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sedangakan tujuan sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat hidup bersih.

Sampah yang dimaksud yakni sampah rumah tangga dan sejenisnya yang berasal kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus dan fasilitas umum. Dalam Perda tersebut juga diatur tentang hak dan kewajiban. Dimana setiap orang berhak mendapat pelayanan pengelolaan persampahan secara baik dan berkawasan lingkungan. Juga berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah.

Sedangkan kewajiban yakni mengurangi sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan. Sedangkan pihak pengelola kawasan koemersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial dan umum wajib menyediakan fasilitas pemilahan sampah.

Perda ini juga mengatur tentang larangan dan ketentuan pidana. Seperti Pasal 32 dengan jelas mengatur larangan yakni setiap orang atau badan dilarang membuang sampah sembarangan di kota Medan, Menyelenggarakan pengelolaan sampah tanpa seizin Walikota dan menimbun sampah atau pendauran ulang sampah yg berakibat kerusakan lingkungan.

Dalam Pasal 35 diatur soal ketentuan pidana yakni setiap orang yg melanggar ketentuan dipidana kurungan 3 bulan atau denda Rp 10 juta. Sedangkan untuk suatu badan yang melanggar ketentuan dipidana kurungan 6  bulan atau denda Rp 50 juta. (ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini