Emak-emak di Sunggal Ngeluh ke Irsal buruknya Kinerja Kepling

/

/ Minggu, 10 Maret 2019 / 19.49 WIB

dailysatu.com- Ade Warga Jalan Puskesmas I Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal mengeluhkan kinerja kepling yang tak maksimal.

Bukan hanya kinerja yang tidak maksimal, banyak warga miskin di daerahnya yang seharusnya berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah tidak terdata sebagai penerima bantuan.

"Justru, ada sejumlah warga yang notabene udah tak layak mendapatkan bantuan malah dapat bantuan karena hubungan kekelurgaan dengan Kepala lingkungan (Kepling), " ujarnya tanpa merinci kepling tersebut saat menghadiri reses I tahap ke-2 anggota DPRD Medan, Irsal Fikri yang digelar di Jalan Puskesmas I, Minggu 10 Maret 2019.

Penuturan Ade itu, langsung disambut riuh oleh ratusan emak-emak yang hadir dalam reses tersebut.

"Betul itu pak Irsal," teriak sejumlah emak-emak.

"Saya enggak tahu kenapa kegiatan gotong-royong yang biasanya rutin seminggu sekali, tapi sekarang berkurang. Di sinilah peran Kepling dibutuhkan untuk merangkul masyarakat sehingga digalakkan kembali kegiatan itu supaya kebersihan lingkungan dapat terjaga," ujarnya melanjutkan.

Menurut dia, Kepling seharusnya aktif dalam melihat persoalan yang terjadi di lingkungannya. Terutama, masalah kebersihan sehingga dapat terjaga dan Kota Medan tidak lagi dijuluki sebagai Kota Terjorok. Selain itu, peduli juga dengan permasalahan administrasi kependudukan warganya.

"Kerja Kepling sekarang bisa dibilang cukup enak sekarang, gaji mereka sudah jelas setiap bulannya sesuai standar UMK. Namun, dengan gaji tersebut tapi tak sesuai dengan kerja mereka yang sudah mulai malas," sebutnya.

Menanggapi keluhan warga, Anggota DPRD Medan Irsal Fikri menyatakan, akan menindaklanjuti keluhan tersebut dengan menyampaikan kepada Lurah Sunggal dan Camat Medan Sunggal. Kalau memang tak ada respon dan perubahan, akan disampaikan kepada Wali Kota Medan untuk segera ditanggapi.

"Kepling ada dan bekerja harus benar-benar untuk rakyat," ujarnya.

Dalam reses ini juga warga mengeluhkan persoalan pelayanan BPJS Kesehatan. Warga bernama Lina mengaku, ketika berobat menjadi pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit tidak dilayani maksimal. "Kalau kita ke rumah sakit mau berobat inap, alasannya kamar penuh. Tapi, kalau pasien umum kamar ada. Selain itu, minta rujukan sangat sulit," ujarnya. (ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini