DPR RI Minta, Bawaslu Awasi ASN Diduga Arahkan Bawahannya ke Salah Satu Caleg

/

/ Senin, 04 Maret 2019 / 20.44 WIB
dailysatu.com - Untuk mengantisipasi dugaan miring tentang Pelanggaran Undang-undang Pemilihan Umum. Seperti misalnya, adanya dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN, TNI, Polri), yang melakukan intervensi terhadap bawahannya untuk memilih salah satu pasangan calon pada Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang, sudah seharusnya menjadi atensi yang sangat serius bagi Bawaslu.

Untuk itu, anggota DPR-RI Raden Muhammad Syafii, meminta kepada penyelenggara Pemilu dalam hal ini Bawaslu untuk betul-betul serius dalam menyikapi isu tersebut.

" Ini jadi tugas Bawaslu untuk menelusuri hal itu. Karena apabila benar terjadi, maka telah terjadi pelanggaran yang sangat serius. Yaitu pelanggaran dalam UU Pemilu tahun 2017," tegas Raden Muhammad Safii yang akrab disapa Romo ini, kepada wartawan, Senin (4/1) lewat sambungan selularnya.

Bahkan sebutnya, telah terjadi pelanggaran pidana dengan hukuman pidana 1 tahun penjara.

Jadi kata Romo yang juga pengurus DPP Partai Gerindra Ini, tidak ada pandang bulu bagi siapapun yang telah melakukan tindakan pelanggaran UU Pemilu.

Sementara sebelumnya, Jumat (1/2), seratusan massa, melakukan aksi demonstrasi didepan Kantor Walikota Medan.

Dalam aksinya, massa menyerukan kepada masyarakat agar jangan mau diprovokasi oleh pejabat tertentu sehingga bisa menimbulkan kisruh dalam Pemilu 2019.

Dalam orasinya, massa juga menghimbau masyarakat agar jangan terpengaruh dengan bujuk rayunya dan iming-iming dari tim-tim khusus yang membawa pesan atau paket-paket tertentu atau hadiah-hadiah.

Karena teriak massa, kegiatan tersebut jelas merendahkan nilai kemanusiaan dan menghancurkan kualitas demokrasi. "Awasi tahapan pelaksanaan Pemilu dan jangan lupa rekam semua penyimpangan yang terjadi didepan kita," tegas massa aksi.(ds/Lilik)
Komentar Anda

Berita Terkini