Demo Soal Dana Zakat,Mahasiswa Serahkan Laporan Ke Jaksa

/

/ Jumat, 15 Maret 2019 / 20.00 WIB

dailysatu.com-Sejumlah aktivis mahasiswa dari pergerakan mahasiswa Tangkap Komplotan Koruptor (Permata KPK) menggelar aksi unjuk rasa meminta kejaksaan untuk mengusut dana Zakat dan Infak  di Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) kabupaten Asahan, Sumatera Utara.


Aksi ini mereka gelar, Jumat siang (15/3) di kantor Kejaksaan Negeri Asahan. "Kami masih percaya institusi Kejaksaan masih komit dalam pemberantasan korupsi di daerah ini,"ujar Ketua Permata KPK, Muhammad Sholahuddin.


Digedung Adiyaksa ini mereka memaparkan, dari tahun 2014 Bazda hingga saat ini masih terus  melakukan pengutipan dana zakat, infak dan sedekah PNS di lingkungan Pemkab Asahan tanpa legimitasi karena sejak tahun 2014 sudah terjadi kekosongan pengurus Bazda Asahan.  Namun selama 5 tahun Bazda Asahan tidak melakukan pendistribusian kepada umat.


Dalam statemen unjuk rasanya, mereka berpendapat terdapat sejumlah pasal yang dilanggar oleh pemkab Asahan dan Bazda setemlat. Didalam  Undang-Undang 23 Tahun 2011 Tentang Pengeleloaan Zakat, diantaranya pasal 38, yang isinya mengatur larangan bagi setiap orang yang bertindak sebagai badan amil, zakat, melakukan pengumpulan, pendistribusian dan atau pendayagunaan zakat tanpa izin pejabat yang berwenang. Selain itu, ungkap mereka, dalam pasal 39 Undang-Undang ini disebutkan setiap orang yang dengan sengaja melawan hukum tidak melakukan pendistribusian zakat, dipidana penjara 5 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp500 juta.


Aksi unjuk rasa ini diterima staf Intelijen Kejaksaan Negeri Asahan. "Terima kasih atas informasi mahasiswa. Laporan para mahasiswa kami terima dan kami akan segera pelajari," ujar staf Intelijen Kejari Asahan, Roby Pasaribu.


Dia menyatakan, Kejaksaan siap untuk mengusut segala bentuk kasus dugaan korupsi. Namun sebelumnya Robi sempat bernegosiasi dengan aktivis untuk meminta  agar para aktivis menyampaikan laporannya di dalam gedung kantor Kejaksaan dengan sejumlah perwakilan mahasiswa. Akan tetapi mahasiswa menolak dan meminta berdialog langsung di halaman kantor Kejaksaan.


Akhirnya keinginan mahasiswa dipenuhi Kejaksaan. Dalam aksi unjuk rasa ini Ketua Permata KPK, Muhamamd Sholahuddin  menyerahkan sratemen unjuk rasa kepada Robi Pasaribu, sebagai bentuk laporan mereka kepada Kejaksaan.


Aksi unjuk rasa tentang dana Zakat Asahan ini sebelumnya mereka gelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag Asahan), di kawasan Jalan Turi Kisaran. Di kantor ini mereka  mendesak bertemu Keoala Kantor Kemenag, Hayatsyah. Namun aktivis gagal bertemu karena stafnya menyebutkan pejabat tersebut tidak berada di kantor.


Sementara itu disela-sela aksi unjuk rasa ini, Sholahuddin menyatakan, mereka akan terus mendorong kasus dana Zakat Bazda Asahan ini diusut tuntas oleh aparat hukum. "Kita tidak akan berhenti sampai kasus ini diproses secara hukum, kita akan kawal ketat,"ungkapnya.(ds/hen)
Komentar Anda

Berita Terkini