Butong Minta Pemko Medan Tambah Honor Guru MDTA

/

/ Minggu, 24 Maret 2019 / 15.06 WIB

dailysatu.com- Anggota DPRD Medan, Surianto mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menambah honor guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kota Medan.

"Sebab, masih banyak para guru MDTA yang mengeluhkan honor yang sangat kecil, " katanya saat melaksanakan Sosialisasi ke-VI Perda No 5 Tahun 2014 Tentang Wajib MDTA yang digelar di Jalan Ileng Gang Nangka,Kelurahan Rengas Pulau Medan Marelan, Minggu 24 Maret 2019.

Selama ini, kata Butong imbalan yang diterima para guru MDTA masih dibawah UMK yakni, 300 hingga 700 ribu per bulan.

"Kan sangat prihatin dengan gaji segitu.Untuk itu Pemko Medan harus lebih memperhatikan kesejahteraan Guru MDA dan guru ngaji, " tegasnya seraya menyebut peran madrasah sangat penting untuk membangun mental dan karakter anak bangsa.

Selama ini, sebut dia, kesejahteraan guru-guru madrasah diakui masih sangat kecil. Sehingga menyulitkan kehidupan guru-guru di tengah tekanan ekonomi.

"Kita (DPRD-red) akan berupaya mendorong agar pemko Medan menaikkan honor guru MDTA di Medan ini, " tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Politisi Gerindra itu menekankan pentingnya Pemerintah Kota Medan mengawal pelaksanaan Perda ini di masyarakat.

“Ini Perda yang sangat penting bagi Kota Medan dimasa yang akan datang. Baiknya pelaksanaan Perda ini akan mempengaruhi generasi muda. Makanya Perda ini harus dijalankan sebaik mungkin,” jelasnya.

Dalam pasal-pasal di Perda tersebut segenap elemen masyarakat dan Pemerintah Kota Medan harus mampu bersinergi sehingga pelaksanaannya benar-benar baik. Terkait isi Perda dalam pasal 9 yang menyebutkan, tenaga pendidik MDTA adalah anggota masyarakat yang mempunyai kompetensi mengajar peserta didik yang diangkat penyelenggara pendidikan. Sedangkan pengangkatan tenaga pendidik harus memiliki kompetensi dan ilmu mendidik.

 “Ini harus benar-benar menjadi perhatian, sehingg anak didik yang dihasilkan di MDTA benar-benar maksimal,” terangnya.

Kemudian pada Pasal 10 disebutkan beberapa kewajiban bagi tenaga pendidik. Sedangkan tenaga pendidik mempunyai hak hak seperti memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial. Menggunakan sarana, prasarana dan fasilitas pendidikan dalam melaksanakan tugasnya.

“Terkait kesejahteraan pendidik juga lagi-lagi perlu perhatian serius, karena selama ini kita melihat kesejahteraan tenaga pendidik sangatlah kurang,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui Perda No 5 Tahun 2014 Pemko Medan tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah terdiri XIII BAB dan 28 Pasal. (ds/romisyah)



Komentar Anda

Berita Terkini