Warga Medan Tembung Keluhkan Pembuatan e-KTP

/

/ Rabu, 13 Februari 2019 / 10.47 WIB
Keterangan: Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung memberikan cinderamata kepada peserta reses yang hadir pada  Reses I Tahap II  di Jalan Tempuling Gang Ibu, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Minggu 10 Februari 2019.

dailysatu.com- Sejumlah warga Kecamatan Medan Tembung mengeluhkan lamanya proses pembuatan e-KTP. Akibatnya urusan administrasi menjadi terkendala.

"Sudah hampir setengah tahun ngurus tapi enggak jadi juga. Padahal, anak saya mau ikut ujian CPNS," keluh Romanna Sitohang saat menghadiri Reses I Tahap II Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung di Jalan Tempuling Gang Ibu, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Minggu 10 Februari 2019.

Romanna mengatakan proses perekaman di tingkat kecamatan memang tidak jadi masalah. Meski telah rekam data, warga tidak langsung mendapatkan e-KTP.

"Memang dikasih surat pengganti, tetapi itu cuma menerangkan bahwa e-KTP masih dalam proses pembuatan," katanya.

Senada dengan Romanna, Dina Simbolon, warga Jalan Durung  juga mengaku hal yang sama. Sedang Resi atau surat pengganti identitas diri memiliki batas waktu.

"Kalau udah habis batas waktunya  harus ngurus lagi ke kecamatan, nanti antre lagi. Sama aja buang-buang waktu," katanya.

Sedangkan, Saniwati Manik warga Jalan Perjuangan mengaku tidak ada masalah untuk pelayanan e-KTP. Hanya saja dirinya merasa dipermainkan oleh petugas di kecamatan.

"Mereka bilang blanko habis, itu untuk blanko yang ada untuk pemula. Ketika saya tanya kapan bisa diambil, mereka tidak bisa berikan kepastian," keluhnya.

Saniwati mengaku surat pengganti yang diberikan kecamatan, tidak menjadi jaminan untuk memudahkan urusan administrasi.

"Beberapa waktu lalu anak saya coba daftar CPNS, kertas resi yang diberikan kecamatan tidak berlaku. Alasannya harus ada legalisir, tidak semudah dengan e-KTP yang tinggal fotokopi bisa dengan mudah ngurus apa-apanya," tuturnya.

Kolom Agama

Dalam kesempatan yang sama, Pardamean Malau, warga Jalan Taduan mempertanyakan bagaimana cara perubahan status agama di KTP.

"Saya kan Katolik, cuma di KTP masih tertulis Kristen, " tanyanya.

Menyahuti keluhan warga itu, Modesta Marpaung mendesak Pemko Medan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) agresif untuk menjemput bola blanko e-KTP ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurutnya, ketiadaan blanko e-KTP membuat masyarakat Kota Medan menjadi resah.

Menurut politis perempuan Golkar itu, KTP dimaksud sangat penting guna keperluan urusan administrasi dan Pemilu April mendatang.

"Kan aneh, sudah bertahun tahun di kota Medan, warga sulit mendapatkan KTP alasan blanko kosong. Bagaimana sistem pemerintahan seperti ini," ungkapnya.

Sementara terkait soal kolom agama, Muhammad Yusuf perwakilan kelurahan Sidorejo  menyebutkan bahwa untuk mengubah status agama di KTP, masyarakat diminta langsung mendatangi kantor Lurah atau Camat dengan membawa Kartu Keluarga (KK) atau surat keterangan lainnya yang menyebutkan telah menganut agama Katolik.

"Nanti disana (kantor lurah) akan ada formulir perubahan data di KTP termasuk perubahan status agama yang dianut, " jelasnya.(ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini