Polisi Harus Serius Tangani Kasus Penganiayaan Ustadz Nursarianto

/

/ Sabtu, 09 Februari 2019 / 14.32 WIB

dailysatu.com- Aparat kepolisian diingatkan agar lebih serius lagi serta secara professional, adil dan transparan dalam menangani kasus penganiayaan terhadap Ustadz Nursarianto yang dilakukan oleh wanita Tionghoa berinisial N,20, warga Jalan Mandailing Kel. Bantan Kec. Medan Tembung.


“ Ini kasus penganiayaan serius. Makanya harus ditangani secara professional, adil dan transparan,” kata Koordinator Kuasa Hukum korban, Faisal SH MHum ketika ditanya wartawan, Sabtu (9/2/2019).


Keinginan agar kasus ini ditangani secara serius masih dikatakan Faisal dapat dilihat dari ketika kejadiannya. Dimana ramainya massa yang berkerumun mengepung rumah pelaku. " Ramainya massa yang ngepung rumah pelaku membuktikan kalau kasus yang menimpa Ustad Nursarianto  ini sangat rentan dan menjadi sorotan publik," terangnya sambil menegaskan kalau pihaknya akan terus mengawal kasus penganiayaan ini agar bisa diproses secara adil dan transparan.


“Sekarang ini tahun politik, jika kasus ini tidak diproses secara semestinya, kita khawatir nantinya akan berpotensi memicu protes dari masyarakat,” sebutnya. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Hukum dan HAM PW Muhammadiyah Sumut ini juga kembali mengingatkan agar jangan sampai kasus konflik sosial berdimensi SARA seperti yang terjadi beberapa tahun lalu di Tanjungbalai kembali terulang.


 Sebab menurutnya, konflik sosial di Tanjungbalai sebenarnya juga dipicu oleh persoalan sederhana. Maka dari itu, Faisal berharap agar pihak berwenang dapat menangani kasus  ini sesuai prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sebelumnya, Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan telah mengamankan pelaku, Jum'at (8/2/2019) kemarin sebagai tindak lanjut perbincangan tentang unggahan foto seorang ustadz yang telah menjadi korban aksi penganiayaan yang beredar luas di media sosial facebook. Usai diamankan petugas pada, Kamis (7/2/2019) malam kemarin wanita muda berinisial N tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik kepolisian dari Sat Reskrim Polrestabes Medan.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, aksi penganiayaan tersebut ramai diperbincangkan masyarakat di jejaring media sosial facebook setelah adanya unggahan foto Ustadz Nursarianto sebagai korban dengan kondisi bersimbah darah.


Dalam postingan itu korban juga menuliskan bahwa peristiwa yang dialaminya bermula ketika Nursarianto mengikuti rapat bersama dengan sejumlah guru salah satu Madrasah Muhammadiyah di kawasan Jalan Mandailing Medan Tembung.

Korban bercerita usai mengikuti rapat, ustadz Nursarianto melihat sejumlah murid berlarian karena dikejar seekor anjing. Nursarianto pun kemudian berusaha membantu murid-murid madrasah yang terlihat ketakutan itu dengan upaya menemui pemilik hewan peliharaan yang berkeliaran mengejar orang saat melintas di jalan tersebut.


Korban yang mendapati bahwa pemilik hewan peliharan itu merupakan seorang wanita lalu berusaha menasihatinya. Namun diluar dugaan niat baik korban tersebut memicu pertengkaran oleh pelaku hingga akhirnya berujung penganiayaan dan membuat wajah korban terluka pada bagian pelipis sebelah kanan.


Kecewa atas kejadian yang dialaminya, Ustadz Nursarianto pun kemudian mencurahkan peristiwa yang terjadi melalui jejaring sosial media lewat akun facebook. Unggahan fotonya spontan menjadi perbincangan warganet dan membuat pihak kepolisian menindaklanjutinya dengan mengamankan terduga pelakunya. (ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini