Komisi C Minta Segerakan Serahterima Pasar Kampung Lalang

/

/ Senin, 04 Februari 2019 / 15.11 WIB

dailysatu.com- Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan mendesak agar segera mempercepat serahterima pasar tradisional Kampung Lalang dari pihak ketiga (kontraktor) PT Budi Mangun KSO ke Pemko Medan.

Sebab, sudah terlalu lama nasib pedagang terbengkalai.

"Kita (Komisi C) maunya agar serahterima pasar tradisional Kampung Lalang disegerakan. Kasian pedagang disana.Apalagi, hasil tinjauan kami pengerjaannya udah rampung, " katanya saat RDP antara Komisi C, Bagian Aset Pemko Medan, Dinas PKP2R serta pihak PT Budi Mangun KSO yang diwakilkan oleh Hardi di ruang Komisi C, Senin 4 Februari 2019.

Turut hadir dalam kesempatan itu anggota Komisi C, Jangga Siregar. Zulkifli Lubis, Asmui Lubis, Dame Duma Sari Hutagalung serta Beston Sinaga.

"Kasihan pedahang tidak bisa berjualan di Pasar Kampung Lalang meski pembangunan gedung telah rampung," ungkap Sekretaris Komisi C, Dame Duma Sari Hutagalung.

Menjawab permintaan itu, PT Budi Mangun KSO sebagai kontraktor pembangunan Pasar Kampung Lalang keberatan dengan kewajiban membayar denda yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

"Kami keberatan membayar denda Rp3,1 miliar," kata Adri, perwakilan PT Budi Mangun KSO saat rapat bersama Komisi C DPRD Medan, Senin

Dua mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan pihak Dinas PKP2R. "Nanti akan kami kawal proses serah terima, mengenai denda kami mencoba klarifikasi ke BPK," jelasnya.

Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pasar Kampung Lalang dari Dinas PKP2R Medan, Dedy Hutabarat, mengatakan, berdasarkan aturan yang tertuang di dalam Perpres bahwa boleh ada penambahan masa kerja hingga 50 hari.

Dengan begitu, maksimal denda pekerjaan harusnya 5%. Dia pun tidak tahu apa yang menjadi dasar BPK dalam menetapkan besaran denda keterlambatan hingga Rp 3,1 miliar.

"Di LHP BPK pengembang dinyatakan terlambat 119 hari. Padahal waktu itu pekerjaan belum selesai, bagaimana pekerjaan belum selesai tapi telah dinyatakan ada denda," paparnya.

Sekedar mengingatkan pembangunan Pasar Kampung Lalang menelan anggaran hingga Rp 26 miliar.(ds/romisyah)

Komentar Anda

Berita Terkini