Ihwan Ritonga Dorong Masyarakat Kelola Sampah secara Mandiri

/

/ Minggu, 10 Februari 2019 / 07.00 WIB
Anggota DPRD Medan, Ihwan Ritonga saat melaksanakan Sosialisasi II Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pegolahan Persampahan yang digelar di Jalan Tuar, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu 9 Februari 2019 malam.


dailysatu.com- Anggota DPRD Medan, Ihwan Ritonga mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri.

Imbauan ini disampaikannya saat melaksanakan Sosialisasi II Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pegolahan Persampahan yang digelar di Jalan Tuar, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu 9 Februari 2019 malam.

"Masyarakat perlu terlibat secara aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Langkah ini untuk membantu mengurai permasalahan sampah yang ada," katanya.

Dikatakan politisi Gerindra itu, pengurangan volume sampah dilakukan melalui pembatasan, daur ulang, dan pemanfaatan sampah. Masyarakat perorangan atau kelompok diharapkan secara swakelola melakukan pemilahan sampah.

Sampah organik dimanfaatkan kembali menjadi kompos, sedangkan limbah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dapat dijual ke pengepul.

"Jadi selain menjaga kebersihan lingkungan, juga bisa memberikan penghasilan tambahan bagi warga," ujarnya.

Dia menegaskan, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengelolaan sampah mengingat pertumbuhan, dan aktivitas penduduk terus meningkat. Imbasnya, volume sampah yang dihasilkan juga bertambah.

"Upaya mengatasi persoalan sampah di Medan menuntut keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Salah satu cara agar masyarakat bisa berpartisipasi adalah dengan membuat bank sampah di lingkungannya," ujarnya lagi.

Dengan bank sampah, kata Wakil Ketua DPRD Medan itu, masyarakat dapat melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah, dan mendayagunakan sampah yang masih mempunyai nilai manfaat.

"Dengan adanya bank sampah, dan warga melakukan pemilahan, maka TPA akan efektif," katanya sembari menyebutkan bahwa setiap hari sampah masyarakat mencapai 2000 ton.

Dijelaskan, qBank Sampah merupakan salah satu kegiatan 3R (reduce, reuse, dan recycle) memanfaatkan nilai ekonomis sampah dengan menerapkan mekanisme perbankan secara sederhana. Hal ini dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat.

Caranya, masyarakat secara swadaya menyetor sampah terpilah ke Bank Sampah.Selanjutnya, sampah tersebut ditimbang dan dinilai ke rupiah. Meniru sistem bank, uang tersebut tidak langsung dibayarkan, akan tetapi dicatat ke dalam buku Tabungan Bank Sampah milik nasabah.

"Jadi, sampah jika dikelola dengan baik akan bisa menjadi penghasilan.Dan bila warga Jalan Tuar ini ingin membuat Bank Sampah bisa melaporkannya ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Medan, " pungkasnya. (ds/romisyah)







Komentar Anda

Berita Terkini