Empat Dari 10 Pengeroyok Tewaskan Kader IPK Ditangkap, Polisi Lidik Dugaan Adanya Aktor Intelektual

/

/ Selasa, 05 Februari 2019 / 19.03 WIB

dailysatu.com-Empat dari 10 pelaku yang dipastikan terlibat dalam penyerangan dan pengeroyokan maut yang menewaskan seorang pemuda salah satu kader IPK yang terjadi di Jalan Cemara, Sabtu (2/2/2019) malam lalu, akhirnya berhasil diamankan petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Informasi dihimpun wartawan di Mapolrestabes Medan, Selasa (5/2/2019) menyebutkan, 4 dari 10 pelaku yang berhasil dibekuk petugas tersebut yakni adalah, Dicky Pranoto alias Black,39, warga Jalan Cemara Pasar I Lorong II Timur Kel. Percut Seituan Kab. Deli Serdang.

Sedangkan tiga tersangka lain diantaranya, Danu Indra alias Komeng,20, warga Jalan Cemara Lorong II Barat Kec. Percut Seituan Kab. Deliserdang,  Riki Sugiarto,25, warga Jalan Pancing II/ Budi Utomo Kel. Indra Kasih Kec. Medan Tembung dan M. Padli alias Padli,23, warga Jalan Pancing II/Budi Utomo Desa Sempali Kec. Percut Seituan Kab. Deliserdang.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira,  Selasa (5/2/2019) memaparkan, dari hasil penyelidikan kasus pengeroyokan maut menewaskan salah satu kader organisasi kepemudaan (IPK) tersebut pihak kepolisian menyatakan ada 10 orang pelaku yang terlibat secara langsung dalam peristiwa yang terjadi pada, Sabtu (2/2/2019) lalu itu.

"Dari 10 orang pelaku yang terlibat secara langsung dalam peristiwa tersebut, 4 orang tersangka diantaranya berhasil kita amankan. Satu diantaranya terpaksa ditindak tegas oleh petugas dengan tembakan di kaki karena melakukan perlawanan saat ditangkap," ujar Dadang, Selasa (5/2/2019).

Dijelaskan Dadang, berdasarkan penyidikan dan hasil interogasi yang dilakukan pihak kepolisian berkaitan kasus tersebut, peristiwa pengeroyokan dan penyerangan yang terjadi telah direncanakan oleh para tersangka dengan dalih merasa terganggu dengan adanya konvoi dan iring-iringan salah satu kader organisasi kepemudaan yang melintas di lokasi pada, Sabtu (2/2/2019) sore.

Tepat sekitar pukul 17.00 WIB para pelaku yang telah mempersiapkan persenjataan seperti senapa angin otomatis dan beberapa jenis senjata tajam sebagaimana direncanakan atas perintah dari seorang ketua ranting organisasi kepemudaan (PP), kemudian menghadang laju kendaraan korban bersama rombongan yang tak lain merupakan kelompok ormas lain (IPK-red) saat melintas di Jalan Cemara usai menghadiri pelantikan.

Para pelaku selanjutnya melakukan penyerangan dan penganiayaan secara membabi-buta terhadap massa rombongan ormas yang tengah berkonvoi tersebut hingga sebagian besar diantaranya kocar-kacir lari meninggalkan lokasi.

Naasnya, korban bernama Jarasmin Saragih tertangkap oleh para pelaku dan dibawa ke salah satu tempat tak jauh dari lokasi.

"Jadi para pelaku yang ditangkap ini ada yang melakukan penganiayaan menggunakan balok, ada juga yang menembak tubuh korban menggunakan senapan angin otomatis hingga sekarat. Tersangka Danu Indra ini salah satu yang melakukan penembakan dengan senapan angin, ada satu lagi yang juga menembak korban dengan senapan angin otomatis masih DPO," sebut Dadang.


Ketika ditanya mengenai dugaan adanya "aktor intelektual" dibalik aksi penyerangan dan pengeroyokan yang dipicu persoalan lain diluar perseteruan kedua Organisasi Kepemudaan tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengaku belum menemukan dugaan motif beraroma politis tersebut meski berjanji akan menyelidikinya lebih jauh.


"Sejauh ini belum ada aktor intelektual dan masih terus kita dalami. Motif penyerangan itu sendiri sebagaimana pengakuan para pelaku dan kelompoknya ini karena merasa terganggu adanya konvoi iring-iringan dari massa salah satu organisasi kepemudaan yang pulang pelantikan. Kemudian mereka merencanakan penyerangan itu dan melakukan penghadangan tepat disaat korban bersama rombongan melintas," ujar Dadang.


Bagitu juga ketika ditanya soal faktor dugaan pengaruh konsumsi narkoba dari para pelaku sebelum melakukan penyerangan, Dadang mengaku akan menyelidikinya lebih jauh terhadap para pelaku yang diamankan karena masih berfokus mencari 6 pelaku lain yang masih buron.


"Memang sejauh ini belum tapi nanti akan kita dalami lebih jauh soal itu (konsumsi narkoba-red) dari pelaku yang sudah diamankan.  Kita masih fokus memburu 6 pelaku lain yang sudah di DPO, " tegasnya.


Dadang mengimbau agar para pelaku lain yang saat ini masih berkeliaran segera menyerahkan diri. Pasalnya ungkap Dadang, pihak kepolisian akan memburu para pelaku kemanapun bersembunyi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menewaskan korban.


"Kita juga mengimba agar masing-masing anggota organisasi kepemudaan untuk menahan diri dan tidak berbuat hal-hal yang semakin memperkeruh keadaan. Organisasi kepemudaan itu diciptakan untuk kebaikan bukan untuk berbuat onar dan membuat kondisi keamanan di tengah masyarakat terancam," pungkasnya.


Selain mengamankan empat dari 10 pelaku yang terlibat,  pihak kepolisian juga turut menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa pengeroyokam maut menewaskan korban. Sejumlah barang bukti yang diamankan diantaranya berupa 2 pucuk senapan angin laras panjang otomatis, 4 bilah berbagai jenis senjata tajam berupa klewang, samurai,  tombak dan beberapa potong baju yang dikenakan korban saat periatiwa terjadi. (ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini