Deni sebut Angka ODHA di Medan Mengkhawatirkan

/

/ Selasa, 12 Februari 2019 / 13.51 WIB
Anggota DPRD Medan saat Sosialisasi II Tahun 2019 Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV&AIDS di Jalan Bajak V Gang Rukun IX, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa 12 Februari 2019.

dailysatu.com-
Untuk meningkatkan upaya penanggulangan HIV/AIDS, Anggota DPRD Medan, Deni Maulana Lubis menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV&AIDS.

Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut bertujuan untuk pencegahan dan mengurangi penularan dan dampaknya serta meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

Hal itu disampaikannya saat melaksanakan Sosialisasi II Tahun 2019 Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV&AIDS di Jalan Bajak V Gang Rukun IX, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa 12 Februari 2019.

Selain itu, kata politisi Nasional Demokrat (NasDem) sosialisasi itu untuk melindungi masyarakat terhadap segala kemungkinan kejadian yang dapat menimbulkan penularan HIV/AIDS.

“Jadi kami sosialisasikan karena penanggulangan HIV/AIDS harus lebih lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi,” katanya.

Masih katanya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Provinsi Sumut menempati posisi 7 di Indonesia yang terbanyak mengalami kasus HIV/AIDS.

Sementara berdasarkan data yang terpublikasi, angka prevalensi HIV/AIDS di Sumut mencapai 28,97 per 100.000 penduduk.

Dia menyebutkan kasus HIV/AIDS di Medan sebanyak 5.952 sampai November 2017. Data itu dikutip dari Dinas Kesehatan Kota Medan.

Angka itu menurut Deni sangat mengkhawatirkan. Harus ada aksi nyata menanggulangi HIV/AIDS di Medan oleh semua pihak.

"Merujuk Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2012 dan Peraturan Walikota Nomor 30, 31 dan 32 tahun 2016, semua pihak harus terlibat agar dapat memutus mata rantai penularan HIV/AIDS," katanya.

Dia mengatakan kegiatan sosialisasi perda yang dilakukannya dalam rangka meningkatkan peran serta mayarakat. Sebab menurutnya kasus HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan.

"Jangan merasa kita tidak terlibat lalu kemudian tidak peduli. Sebab HIV/AIDS bisa mengenai siapa saja tanpa sepengetahuan, karena kasusnya sudah tersebar luas, termasuk

Ia menjelaskan kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, yang keberadaan penderita cukup sulit diketahui. Sebab itu, peran serta masyarakat sangat penting dalam rangka pencegahan dan penanggulanggannya. Khususnya pada penderita agar tidak menularkan kepada yang lainnya.

"Pencegahan utama yaitu berprilaku sehat, seperti tidak melakukan seks bebas. Namun jika sudah tertular sebaiknya mengikuti aturan agar tidak menularkan kepada orang lain lagi," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Perda yang disosialisai yakni Perda No 1 Tahun 2012 Kota Medan tentang Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS terdiri XII BAB dan 36 Pasal.

Dalam Perda sudah diatur terkait sanksi pidana dan denda bagi yang melanggar Perda. Seperti di Pasal 12, 15 dan 31disebutkan bagi yang melanggar ketentuan diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan dan denda Rp 50 juta. Perda ini ditetapkan 5 Januari 2012.(ds/romisyah)


Komentar Anda

Berita Terkini