Terkait berita penanganan sampah klinik yang diduga tidak sesuai SOP, Dr Naga bersyukur

/

/ Sabtu, 12 Januari 2019 / 16.59 WIB

dailysatu.com- Dr H Naga Bakti Harahap mengatakan merasa bersyukur atas pemberitaan dailysatu.com, pada edisi yang lewat tentang penanganan sampah klinik miliknya yang diduga tidak sesuai SOP yang beralamat di Jalan Naga Sati Pasar Gunung Tua 10 Januari 2019 kepada wartawan ketika di konfirmasi melalui telepon.

"Syukurlah pak atas pemberitaan nya, karena sekarang klinik saya semakin ramai" jawabnya.

Pihak Lingkungan hidup Kabupaten Padang Lawas Utara pun katanya yang monitoring ke klinik miliknya kemarin tidak ada menyinggung masalah tersebut. Katanya pihak Lingkungan hidup tersebut hanya membicarakan hal yang lain.

"Pihak lingkungan hidup tidak ada menyinggung masalah itu pak! Kami hanya membicarakan hal yang lain saja."jawabnya.

Sebagai bentuk rasa syukur nya ke pada dailysatu.com, Dr Naga mengucapkan terima kasih. Mudah mudahan di berikan kesehatan dan murah rezeki.

"Mudah mudahan sehat dan murah rezeki, "ucapannya.

Sementara pihak lingkungan hidup Paluta 09 Januari 2019 kemaren ketika di temui untuk menanyakan tindak lanjut surat DPC LSM Bara Api melalui Kabid Tata lingkungan Gerlina mengaku sudah monitoring dan meminta Dr H Naga agar membuat MOU dengan dinas kesehatan tentang izin limbah B3.

" Kemaren kita sudah monitoring dan meminta Dr H Naga agar membuat MOU tentang izin limbah B3nya,"ujarnya.

Kemudian Hamdan Algojali S.Hut Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup menyesal kan perilaku Dr Naga tersebut.

Hamdan menjelaskan penanganan sampah medis harus sesuai prosedur. Karena melihat potensi bahaya yang di timbulkan nya limbah klinis dapat di golongkan dalam limbah benda tajam, infeksius, jaringan tubuh, citotoksik, farmasi, kimia, radioaktif, dan limbah plastik.

"Tentu sangat besar potensi ancaman bahaya nya bagi kesehatan lingkungan," jelasnya.

Sementara Ketua DPC LSM Bara Api Mora Bangun Simbolon menegaskan sebagai kontrol sosial yang peduli kesehatan. Dirinya meminta agar setiap bentuk unit unit penyelenggara ke sehatan yang ada di Indonesia khususnya Kab Paluta dalam peraktekya agar memperhatikan prosedur.

"Dalam peraktekya yang tidak sesuai prosedur bukan nya menyembuhkan malah semakin tambah parah" jelasnya.(ds/Malik)
Komentar Anda

Berita Terkini