Sejak Ditemukan 3 Januari 2018, Kematian Maslin Sihombing Masih Teka Teki

/

/ Rabu, 09 Januari 2019 / 18.26 WIB
Teks foto : Kondisi Maslin saat ditemukan kondisi tak bernyawa dengan luka dibagian kepala

dailysatu.com - Kematian Maslin Sihombing warga Dusun Pangkirapan Desa Pergaulan Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan, masih teka teki. Sebab, sejak ditemukan pada 3 January 2018 lalu didepan halaman warung milik Jhonson Sihombing yang kondisi tak bernyawa, lokasi tempat ditemukan mayat merupakan ramai dari permukiman.


Kepad wartawan, Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Rahmani Dayan melalui Kassubag Humas Aiptu S Purba mengaku bahwa kasus itu masih lidik.


Dari lidik, langkah-langkah terkait guna mencari sebab kematian Maslin, tetap dilakukan. Mulai, pemeriksaan saksi-saksi yang sudah berjumlah 30 orang, juga hasil autopsi dan lab pemeriksaan handphone milik korban.


Disinggung, perihal penyebab kematian apakah dibunuh atau kecelakaan, Purba enggan menjelaskan karena tidak mau berpekulasi lantaran masih dalam proses penyelidikan.


" Kita masih penyelidikan," kata Purba, Rabu (9/01/2019) via telepon.


Perlu diketahui, dari kejadian kasus kematian Maslin yang dikenal tidak punya musuh. Selain tidak punya musuh, sehari-hari pekerjaan korban ini adalah supir angkot.


Seperti diungkapkan oleh adik korban, Manampin Sihombing,(43). Bapak tujuh anak ini mengakui sosok abangnya adalah bergaul dan tidak mempunyai musuh. Baik, dari teman sekerjanya yang sebagai supir angkot bus lintas.


Untuk itu, ia berharap polisi tidak main-main untuk mengungkap kasus kematian abangnya (Maslin).



" Dia tidak punya musuh setahu kami, tapi begitupun kita harap polisi tidak main-main untuk mengungkap kematian abangku ini," harapnya.


Selain adik korban, juga disampaikan Riama Sihombing (47), kakak korban. Riama berharap kematian abangnya ini cepat terungkap dan mengutuk keras pelaku.


" Atas nama keluarga besar Sihombing, polisi segera ungkap kasus ini. Siapapun itu orangnya, harus ditangkap”, sambung Manampin Lumbantoruan (54) diamini B Silaban dan H Situmorng keluarga korban.


Manampin mendesak pihak kepolisian segera mungkin mengungkap kasus tersebut. Keluarga Sihombing, Silaban dan Situmorang ini mengaku terpukul dan tidak terima dengan kejadian tersebut. Dan mengutuk keras pelaku karena sudah tidak manusiawi.

Tampak, kondisi korban saat ditemui mengalami luka berat dibagian kepala.(ds/carlos)



Komentar Anda

Berita Terkini