Rentut Belum Turun, Sidang Terdakwa Penista Agama Ditunda

/

/ Senin, 07 Januari 2019 / 15.43 WIB
Keterangan Gambar: terdakwa penista Agama Saperio Pinem.

dailysatu.com
-Sidang tuntutan terdakwa penista Agama Islam,Aipda Saperio Syahputra Peranginangin Pinem alias Saperio Pinem. Ditunda Majelis Hakim hingga pada hari Rabu, (9/1). Pasalnya, rencana tuntutan  (Rentut) yang akan dibacakan  oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum turun dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) Pusat.


"Maaf Ketua majelis hakim, kerena rentut belum turun dari Kejagung RI. Maka kami minta waktu sampai hari Rabu sesuai dengan kesepakatan kita," ungkap JPU Sabri Marbun didampingi JPU Essahendra, Senin, (7/1) ketika didalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang Cakra.


Dalam sidang itu, Ketua majelis hakim Elfian, SH MH beranggotakan Rahmat Hasibuan, SH dan Miduk Sinaga, SH meminta dan mendesak agar JPU secapatnya menerima tuntutan itu dari Kejagung RI. Agar tuntutan terdakwa penista agama bisa cepat dibacakan kalau tidak terdakwa bisa bebas demi hukum.

"Penahanan terdakwa tidak bisa diperpanjang. Kemungkinan terdakwa bisa bebas demi hukum nantinya. Dikarenakan, tuntutan dari JPU belum ada. Karena masa penahanan Pengadilan akan segera habis,"ujar Elfian dihadapan JPU dan Advokadnya serta pengunjung yang datang menghadiri persidangan.


Sementara,Seketaris Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia ( Mabmi) Asahan,OK.Mochammad Rasyid mengaku sangat kecewa dengan ditundanya sidang penista agama tersebut. Soalnya,dirinya dan rekan rekan ormas islam sudah dari tadi pagi menunggu sidang penista agama. Namun sampai waktu persidangan malah di tunda dengan alasan rentut belum turun.

"Saya beserta rekan rekan dari ormas Islam Asahan. Sudah menunggu sidang tuntutan dari pagi. Akan tetapi begitu sidang mau digelar dan terdakwa masuk dalam sidang, ternyata sidangnya ditunda,"ujar OK. Rasyid.


Selain itu,kata OK.Moch Rasyid kita juga meminta kepada JPU agar lebih serius menangani kasus penista agama ini. Karena ini kasus penistaan agama yang sangat krusial dalam Suku agama ras dan antar golongan,"Ini kasus sangat sensitif jadi jangan tidak serius dalam menangani perkara ini," ucap OK.Mochammad Rasyid.


Pantauan awak media ini pengadilan Kisaran,dalam proses persidangan penista agama yang dilakukan oleh oknum Bintara Polri yang aktif bertugas di Polres Asahan itu, terlihat diramaikan oleh sejumlah ormas islam yang mengunjungi.

Bahkan,sejumlah aparat kepolisian polres Asahan juga tampak berjaga jaga untuk melakukan pengamanan persidangan itu.(ds/Hendri)




Komentar Anda

Berita Terkini