Predikat Medan Kota Terjorok, Walikota Diminta Mundur

/

/ Kamis, 24 Januari 2019 / 14.57 WIB

dailysatu.com- Kota Medan disebut paling kotor se Indonesia dianggap sangat wajar, karena Pemerintah Kota Medan tidak berniat menjalankan tugasnya. Di dalam Undang-undang Dasar 1945, masyarakat berhak atas lingkungan yang baik dan sehat.

Ungkapan itu disampaikan salah seorang pakar yang sekaligus seorang pengamat lingkungan Kota Medan, Jaya Arjuna, ketika dimintai tanggapannya, sekaitan dengan predikat Kota Medan terjorok, melalui pesan Whatsapp, Rabu (23/1).

"Itu kan hak kita. Dan sangat jelas dicantumkan dalam UU 1945, UU tentang HAM, UU LIngkungan Hidup, tapi Pemko Medan tidak tahu itu. Makanya tidak melakukan apa-apa. Dan tetlihat ketidak pahaman mereka menebangi pohon serta tumpukan sampah didalam parit tidak diangkat," ungkap Jaya.

Degan begitu sebutnya, sudah seharusnya OPD terkait, Walikota dan wakilnya diganti. Dijuluki Kota terjorok se-Indonesia, hal yang sangat memalukan.

"Bukan hanya pemimpinnya yang seharusnya malu. Masyarakat juga merasa malu.Di tahun 2006, pasar di Kota Medan pernah menjadi pasar terbersih," ungkapnya.

Di tahun 2011 paparnya, sudah ada penelitian sampah yang terangkut hanya 75%, sisanya sebanyak 25% berserakan di mana-mana, salah satunya menyumbat parit.

Diperparah lanjutnya, dengan tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) yang memadai. Dulu, lanjut dia, masih ada TPA Namu Bintang namun sudah ditutup. Sedangkan di TPA Terjun, sejak 2015 sudah penuh.

"Jadi Pemko ini memang tidak tahu aturan, tidak tahu tugas pokok dan fungsinya, tidak mengerti atau menghargai hak azasi warganya. Pokoknya OPD yang terkait ini tidak memahami, parah," katanya.(ds/lilik).





Komentar Anda

Berita Terkini