Pemko Medan didesak untuk mencabut IMB pembangunan apartemen De'Glass Residence

/

/ Kamis, 24 Januari 2019 / 18.03 WIB

dailysatu.com- Pemerintah Kota (Pemko) Medan didesak untuk mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan apartemen De'Glass Residence di  Jalan Gelas Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Petisah yang dinilai merugikan warga setempat.

Koordinator Liputan (Korlip) aksi, M Zainuddin mempertanyakan kenapa izin keluar, padahal tidak ada persetujuan dari warga.

"Kami menduga ada pemalsuan dokumen dalam izin itu," ujarnya dalam orasinya bersama Puluhan warga Jalan Gelas dan Jalan Belanga Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Petisah saat mendatangi Balai Kota, Kamis 24 Januari 2019.

Untuk itu, Zainuddin menuntut Walikota Medan harus segera mencabut SIMB Nomor 0719/0717/1010/2.5/1105/09/2018 tanggal 20 September 2018 atas nama Abdul Muis.

"Kami menuntut walikota untuk segera mencabut SIMB bangunan itu dan segera stanvaskan. Karena warga menolak disebabkan tidak pernah menandatangani persetujuan pembangunan apartemen De'Glass Residence," tuntutnya.

Mereka juga menuntut walikota untuk segera mengevaluasi kinerja OPD terkait dan camat serta lurah setempat. Mereka diduga terlibat menerbitkan SIMB yang tak sesuai prosedural.

Mereka menilai,  hak-hak mereka sebagai warga diabaikan dan dikangkangi oleh pengembang dan rekanan yang melakukan pembangunan apartemen tersebut sejak Oktober 2018 sampai sekarang.

Hingga kini, aktifitas pembangunan apartemen itu sudah memasuki tahap paku bumi. Akibatnya, membuat dinding tembok dan rumah warga mengalami keretakan dan meningkatnya intensitas kebisingan.

Ketua DPW Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Sumatera Utara Indra Mingka mengatakan bahwa aksi yang dilakukan hari ini di depan Kantor Wali Kota Medan, adalah sebagai bentuk kekecewaan atas diabaikannya hak-hak warga Jalan Gelas dan Jalan Belanga sekitarnya, yang berada di Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

"Warga kecewa dengan adanya pembangunan De'Glass Residence. Karena kegiatan pekerjaan pemasangan paku bumi pembangunan Apartemen De'Glass Residence menyebabkan dinding tembok dan dinding rumah warga, mengalami keretakan. Kemudian meningkatkan kebisingan dan kedepan pasti akan menimbulkan dampak-dampak buruk yang lebih besar," kata Indra.

Indra menjelaskan bahwa pembangunan De'Glass Residence membuat salah seorang rumah warga atasnama Bilson Silaen mengalami retak.

Ada lima bagian dinding rumahnya yang mengalami retak-retak, akibat kegiatan pemasangan paku bumi De'Glass Residence yang menggunakan sistem Jack In Pile atau suatu sistem yang pemancangan pondasi tiang, yang pelaksanaannya ditekan masuk ke dalam tanah dengan menggunakan dongkrak hidraulis yang diberi beban counterweight.

"Ini sangat berpengaruh, sehingga menimbulkan kerugian bagi warga sekitar," ujar Indra.

Massa aksi juga meminta walikota segera menghadirkan OPD sebagai instansi teknis antara lain Kadis Lingkungan Hidup, Komisi Amdal, Kepala Bappeda, Kadis PKP2R, Kadis PMPTSP dan lainnya untuk menjelaskan kenapa bisa terbit izin bangunan itu.(ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini