Parulian Butarbutar Diduga Palsukan Tandatangan PPK Saat Pencairan BA Proyek RSUD HAMS

/

/ Jumat, 04 Januari 2019 / 20.22 WIB
Parulian Butarbutar

dailysatu.com-Terkait ditangkapnya Parulian Butarbutar selaku Direktur CV.Cah Kediri oleh Sat Reskrim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Asahan. Akibat kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang milik DTM Abdussalam sebesar Rp 628.000.000 yang merupakan Wakil Direktur (Wadir) CV. Cah Kediri berbuntut panjang dan menguak kasus baru.

Pasalnya, ketika tersangka melakukan proses pencairan uang dana proyek Rehabilitasi/Renovasi Gedung VIP Berlian RSUD HAMS Kisaran.

Ternyata Berita Acara (BA) pembayaran uang proyek itu,belum ada ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Bahkan,terduga Parulian Butarbutar diduga kuat melakukan pemalsuan tekenan dengan mengkirikan tandatangan KPA dan PPK dalam dokumen berita acara pembayaran pekerjaan proyek tersebut.

"Memang ketika proses pencairan dana proyek rehap di RSU HAMS Kisaran. Saya selaku Direktur yang merangkap sebagai PPK,merasa tidak ada menandatangani di BA pembayaran termint proyek tersebut pada saat itu," ujar dr.Hari Safna kepada Daily Satu di kantornya,Jumat (4/1) sekira pukul 16:50 WIB.

ronisnya,tambah Hari Safna, kasus itu terkuak setelah Wadir CV. Cah Kediri melaporkan Direkturnya ke Polres Asahan dalam kasus penipuan dan penggelapan uang proyek rehap yang dilakukan oleh Parulian Butarbutar.

"Setelah kasus itu terkuak,barulah saya heran dan bingung. Padahal saya merasa dalam BA pembayaran proyek itu,belum ada menandatangani. Namun entah kenapa uang itu sudah cair dari Dinas Keuangan Asahan,"ungkap Hari Safna lagi.

Sebelumnya,Parulian Butar Butar dilaporkan oleh Wadir CV. Cah Kediri karena melakukan tindak pidana penipuan dan menggelapkan uang hasil proyek di RSU HAMS Kisaran.

"Parulian Butar-Butar sudah kita tangkap di Medan dan dikenakan pasal 374 subsider 372 dari KUHPidana,"ungkap Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja melalui Kanit Tipikor Iptu Agus Setiawan kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (3/1) kemarin.


Iptu Agus Setiawan menjelaskan, pada tanggal 19 September 2018 antara korban DTM Abdussalam dan tersangka Parulian Butar-Butar terjadi kesepakatan bahwa DTM Abdussalam berhak untuk membuka rekening Bank atas nama CV. Cah Kediri dengan nomor rek 632.01.04.000267.8 yang akan digunakan untuk pengerjaan proyek di RSUD Abdul Manan Simatupang Kisaran (HAMS).


Setelah membuka rekening Bank tersebut maka rekening diberikan kepada tersangka untuk didaftarkan dan diberitahukan ke RSUD (HAMS) Kisaran dengan maksud agar dipergunakan apabila dana renovasi tersebut keluar agar masuk ke dalam rekening bank tersebut. "Ternyata yang didaftarakan Parulian Butar-Butar bukan rekening atas nama CV. Cah Kediri melainkan rekening milik tersangka sendiri," jelas Iptu Agus Setiawan.


Lebih lanjut, Iptu Agus Setiawan menjelaskan, Pada hari Kamis tanggal 27 Desember 2018 DTM Abdussalam mengetahui bahwa uang yang diganti oleh pemerintah untuk pengerjaan proyek tersebut telah masuk ke rekening pribadi terlapor tanpa sepengetahuan korban sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp. 628.000.000. "Setelah DTM Abdussalam mengetahui bahwa uang itu tidak masuk ke nomor rekening CV. Cah Kediri akhirnya DTM Abdussalam melaporkan kejdian ini ke Polres Asahan dan selanjutnya tersangka diamankan di Polres asahan untuk kepentingan penyidikan,"ujarnya. (Ds/dri/nda)
Komentar Anda

Berita Terkini