Pak Presiden, Tolong Perhatikan Nasib 2000 Pedagang Monja di Tanjungbalai

/

/ Kamis, 10 Januari 2019 / 22.20 WIB

dailysatu.com- Ribuan pedagang pakaian bekas atau monja yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Pakaian Bekas Pasar TPO Tanjungbalai berharap agar pemerintah memikirkan nasib mereka dengan mengkaji ulang penerapan Permendag No.51/M-DAG/PER/2015 tentang larangan impor pakaian bekas di Tanjungbalai

"Kami meminta Pemkot Tanjungbalai untuk menyampaikan keluhan pedagang kepada pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo, agar memberikan toleransi terhadap impor "ballpres" untuk menyambung hidup pedagang, "kata Pendiri Asosiasi  pedagang Pasar TPO Monza Pakaian Bekas, Mulia Simatupang kepada dailysatu.com, Kamis 10 Januari 2019.

Katanya, akibat larangan masuknya ballpress itu berdampak kerugian bagi pedagang pakaian bekas yang ada di pasar TPO Tanjungbalai.

"Ekonomi kami sangat dirugikan dan pembeli pun tidak berkunjung ke Pasar TPO Monja yang dikenal di Tanjungbalai ini.Yang dirugikan ini jumlahnya bukan sedikit ribuan pedagang seperti kami ini mengantungkan hidup di pakaian bekas ini. Ada 2000-an lebih kepala Keluarga menggantungkan hidup nya dengan perdagangan pakaian bekas di pasar TPO ini," keluhnya.

Dijelaskan, dengan tidak masuknya 'Ballpress' ke Tanjungbalai membuat harga pakaian bekas per ball nya naik hingga Rp 2 sampai 3 juta.

"Otomatis,kami menjual atau mengecer barang semakin susah ,dan pembeli juga enggan untuk membeli dikarenakan dengan harga yang tinggi, " katanya.

Dulunya, sebutnya, kemeja itu bisa dijual dengan harga 20-30 Ribu sekarang ini tidak dapat dijual seperti itu lagi.

"Untuk kondisi hari ini kita terpaksa menjual diatas harga dari yang lama, Dilema ini tidak akan terjawab jika tidak mendapatkan kebijakan dari pemerintah Pusat maupun pemerintah kota Tanjungbalai," pungkasnya.(ds/dicky saragi)


Komentar Anda

Berita Terkini