'Nyanyian' dua aktivis yang di OTT Polres Asahan buat Ketua Gapelta nyerahkan diri

/

/ Jumat, 11 Januari 2019 / 19.02 WIB
Ilustrasi : Operasi Tangkap Tangan (OTT)

dailysatu.com-Terkait kasus penangkapan dua aktivis yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh polres Asahan. Oknum Ketua Gerakan Pemuda Pelita (Gapelta) Kabupaten Asahan, Epi Hamdana alias Kepay (46) warga Jalan Pembangunan, Kelurahan Selawan Kecamatan Kisaran Timur , menyerahkan diri ke Polres Asahan.

Epi Hamdana alias Kepay menyerahkan diri akibat "nyanyian" dari dua orang aktivis Muhammad Umam Damanik alias Umam (23) warga Kelurahan Karang Anyer Kecamatan Kisaran Timur dan Rizky Kurniawan (20) warga Kelurahan Siumbut-umbut Kecamatan Kisaran, yang terkena OTT usai menerima uang dari staf Kementrian Agama (Kemenag) Asahan senilai Rp 8 juta di Rumah Makan Pondok Kelapa Jalan Imam Bonjol Kisaran.

Ketua Gapelta itu diduga menyerahkan diri dengan niat sendiri, karena dia datang akibat rentetan kasus dari kedua aktivis mahasiswa yang ditangkap OTT kemarin.

"Iya, Kemarin sore si Epi Hamdana alias Kepay  menyerahkan diri. Karena sebelumnya saya telpon terlebih dahulu. Bahkan saya tanyakan sama dirinya, kamu mau datang sendiri atau dijemput. Usai itu dia langsung datang sendiri ke Mapolres,"ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, SIK kepada dailysatu.com, diruang kerjanya, Jumat  (11/1) sekira pukul 10:25 WIB.

Faisal F Napitupulu juga menjelaskan, terlibatnya Kepay ini diduga sebagai 'aktor' utama pelaku dalam pemerasan kepada salah seorang staf Kementrian Agama (Kemenag) Asahan.

"Si Kepay ini terbukti dalang dari hasil percakapan antara Umam dengan dirinya yang terlihat dari pesan aplikasi WhatApps.Makanya kami yakini dialah sumber semuanya ini. Bahkan,Umam ketika kami periksa mengaku bahwa dia selalu kordinasi dengan Kepay dalam kasus OTT ini,"sebut mantan Kapolres Nias ini sembari mengatakan kasus ini akan tetap di proses.

Terpisah, Ketua Ansor Kabupaten Asahan,Budi Suherman membenarkan bahwa Epi Hamdana alias Kepay adalah pengurus Banser Asahan yang menjabat sebagai Kasat Banser.

"Iya memang Epi Hamdana alias Kepay jabatan di Banser sebagai Kasat. Namun begitupun,dia dalam permasalahan ini tidak ada membawa nama Banser atau Ansor. Akan tetapi dia membawa nama organisasinya sendiri ketika adanya permasalahan hukum dengan dirinya,"ungkap Budi Suherman kepada Dailysatu,Jumat (11/1) sekira pukul 17:44 WIB melaui selulernya.

Namun begitupun,kata Budi Suherman dari organisasi kami akan berupaya untuk melakukan pembelaan dan bantuan terhadap Epi Hamdana. Pasalnya, hari ini dia masih aktif sebagai Kasat Banser yang merupakan sayap Ansor.

"Mungkin kami akan secepatnya melakukan rapat internal organisasi. Untuk membela dan memberikan bantuan hukum. Agar kasus yang menimpa dirinya bisa secepatnya diselesaikan,"ujar Budi Suherman.(ds/Hendri)

Komentar Anda

Berita Terkini