Minim Informasi, Masyarakat Desa Disinyalir Tidak Faham Cara Pencoblosan

/

/ Rabu, 30 Januari 2019 / 16.20 WIB

dailysatu.com-Sejumlah masyarakat Asahan yang ada di desa desa, disinyalir kurang faham atau minim informasi cara pencoblosan pada pemilu tanggal 17 April 2019 nanti.

Pasalnya,masyarakat dinilai tidak mengetahui kertas suara ada lima warna diantaranya kertas warna abu-abu untuk Pilpres, kuning untuk DPR RI, biru untuk provinsi, hijau untuk Kabupaten Kota dan merah untuk DPD RI.

Kurangnya informasi cara penjeblosan itu disinyalir bisa mengakibatkan sebagian warga tersebut golput dan tidak mau pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena ketidak faham warga yang ingin mencoblos ketika hari H pesta demokrasi mendatang.

"Sampai sekarang kami warga desa tidak tau bagaimana cara pencoblosan ,apa lagi ada lima warna kertas suara yang akan mau dicoblos," ungkap Ahmad warga Desa Tangga Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan.

Dia menyebutkan,hingga saat ini pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Asahan belum ada melakukan sosoalisasi terdahap desa-desa.

"Di desa kami aja pihak KPUD Asahan belum melakukan sosialisasi," jelasnya.

Selain itu, Suyono warga Desa Aek Tarum Kecamatan Bandar Pulau juga mengaku tidak faham bagai mana cara pencoblosan. Dia berharap kepada KPU Asahan agar secepatnya mensosialisaikan lima warna kertas suara yang akan. "Kita tidak mungkin faham kalau KPU Asahan hanya sekali saja melakukan sosialisasi apa lagi waktu sudah dekat," ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Asahan, Hidayat SP ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya belum melakukan sosialisasi tentang cara pencoblosan.

"Kita memang belum ada melakukan sosialisasi, karena Peraturan KPU dan juknis belum keluar," ungkap Hidayat SP kepada Dailysatu diruang kerjanya, Selasa (29/1).

Hidayat juga menjelaskan, kalau Peraturan KPU dan juknis sudah keluar. Maka pihaknya akan segera melakukan sosialisasi dengan melibat relawan demokrasi yang baru dilantik mau pun Panwas Kecamatan.

"Belum waktunya KPU Asahan melakukan sosialisasi karena Peraturan KPU dan juknis belum keluar," jelasnya sembari menyebutkan ada waktunya untuk melakukan sosialisasi.(ds/Hendri)
Komentar Anda

Berita Terkini