Menista Agama Islam, Saperio Pinem Dituntut 3 Tahun Penjara

/

/ Rabu, 09 Januari 2019 / 16.24 WIB

dailysatu.com-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Khairul Rahman, Essahendra dan Sabri Marbun menuntut terdakwa penista Agama Saperio Syahputra Peranginangin Pinem alias Saperio Pinem,tiga tahun penjara dipotong massa tahanan dengan denda satu sebanyak miliyard subsider enam bulan penjara. Sidang tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Rabu (9/1) sekira pukul 13:00 WIB.


Dalam persidangan itu ,langsung dipimpin oleh ketua majelis hakim PN Kisaran Elfian, SH MH beranggotakan Rahmat Hasibuan, SH dan Miduk Sinaga, SH.


Dalam tuntutan yang dibacakan oleh JPU secara bergantian itu,terdakwa Saperio Pinem telah terbukti bersalah dalam hal melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditunjukan untuk menimbukan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (sara).


Selain itu,JPU juga menyatakan bahwa terdakwa merupakan anggota Polri yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat termasuk menjaga sikap dan prilaku kehidupan antar umat beragama dan juga perbutan terdakwa mengakibatkan timbulnya rasa kebencian atau permusuhan antar umat beragama khususnya Islam wilayah Kabupaten Asahan.


Sebelumnya, lanjut JPU, terdakwa juga berbelit-belit memberikan keterangan pada saat persidang sehingga menarik perhatian masyarakat dan terdakwa Saperio Pinem juga mempermainkan agama yang mana pada tanggal 7 November 2018 memeluk agama Islam namun pada saat Natal bulan Desember 2018 terdakwa Saperio Pinem masuk ke Gereja di Lembaga Permasyarakatan Labuhan Ruku untuk mendengarkan Khotbah dan ikut merayakan Natal.


Lanjut JPU membacakan surat tuntutan, sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam pasal 45A ayat (2) undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan antas undang-undang RI nomor 11tahun 2008 tetang informasi dan transaksi elektronikan.


 "Kami meminta kepada Hakim agar tuntutan kami yang mana  tetdakwa Saperio Pinem di hukum tiga tahu penjaran potong massa tahanan dan denda satu miliyar subsider enam bulan kurungan,"ungkap JPU Kharul Rahman, Essahendra dan Sabri Marbun.


Setelah mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU didepan Hakim dan Advokad terdakwa tersebut. Akhirnya penasehat hukum terdakwa DR.Ir.Edy Lubis SH.MH menyatakan akan melakukan pledoi pembelaan atas tuntutan yang dibacakan JPU pada Rabu depan.

"Saya selaku pnasehat hukum terdakwa akan melakukan pledoi pembelaan pada tanggal 16 Januari 2019 besok majelis hakim yang mulia,"ujar penasehat terdakwa.

Setelah mendengar pernyataan penasehat hukum terdakwa. Akhirnya ketua hakim menutup persidangan dengan memukul palu hakim. (ds/Hendri)

Komentar Anda

Berita Terkini