Ihwan Ritonga : Pelaku Usaha Wajib Cantumkan Label Halal pada produk makanan dan minuman

/

/ Minggu, 27 Januari 2019 / 10.48 WIB
Anggota DPRD Medan Ihwan Ritonga saat menggelar sosialisai Peraturan Daerah (Perda) Pemko Medan No 10 Tahun 2017 tentang Jaminan Produk Halal dan Higienis yang dihadiri ratusan masyarakat di Jalan Bajak IV Lingkungan VII, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu 26 Januari 2019 malam.

dailysatu.com
- Anggota DPRD Medan Ihwan Ritonga meminta kepada pelaku usaha untuk mencantumkan label halal pada produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran.

Kepada pelaku usaha diingatkan agar tidak mencantumkan label halal pada produk yang belum diperiksa, memalsukan logo halal serta mencantumkan label halal pada produk yang sudah kadaluarsa.

"Sebab pelanggaran terhadap aturan ini bisa dipidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya saat menggelar sosialisai Peraturan Daerah (Perda) Pemko Medan No 10 Tahun 2017 yang dihadiri ratusan masyarakat di Jalan Bajak IV Lingkungan VII, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu 26 Januari 2019 malam.

Disebutkan Wakil Ketua DPRD Medan itu, Pemko Medan akan melakukan pengawasan ketat terhadap semua produk makanan yang beredar di pasaran untuk menjamin agar produk makanan tersebut halal dan higienis. Pengawasan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua unsur terkait.

Pada kesempatan itu, Politisi Gerindra itu memaparkan bahwa semangat dilahirkannya Perda No 10 Tahun 2017 untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, terlebih umat muslim, dalam membeli produk makanan di pasaran.

"Perda ini juga dimaksudkan untuk memberikan keamanan, perlidungan, keselamatan dan kepastian hukum bagi masyarakat atas ketersediaan produk halal dan higienis serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha dengan memproduksi dan menjual produk halal dan higienis," ujarnya.

Lebih jauh Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sumut itu menerangkan bahwa pengawasan yang dilakukan Pemko Medan terhadap produk makanan meliputi bahan baku, bahan olahan, bahan tambahan dan bahan penolong. Pengawasan juga dilakukan terhadap lokasi produksi, alat produksi, sanitasi, alat pengemasan, alat penyimpanan, alat pengangkutan hingga alat penyajian hingga kepada proses produksi, proses pengemasan, proses penyimpanan, proses pengangkutan hingga proses peredaran dan penyajian.

Selain itu, pelaku usaha juga diwajibkan untuk memisahkan mana produk halal dan tidak halal saat dijual di pasar agar masyarakat mudah mengetahuinya.

 "Dengan adanya Perda ini umat Muslim tak perlu lagi khawatir membeli ataupun mengonsumsi berbagai produk makanan yang beredar di pasaran," ucapnya.

Dia berharap kepada masyarakat supaya tetap peduli, dan bila menemukan makanan dan minuman beredar di pasar namun tidak berlabel halal dan kadaluarsa segera melaporkan kepada aparat. Sehingga seluruh masyarakat dapat nyaman mengkomsumsi pruduk itu.

"Perda bertujuan demi kesehatan dan kenyamanan generasi penerus kita. Bukan mempersulit pelaku usaha memproduksi produknya," tambah Ihwan.

Diketahui, Perda itu dikeluarkan pada masa periode anggota dewan sekarang. Muatan Perda No 10 Tahun 2017 tentang Pengawasan serta jaminan produk halal dan higienis terdiri XII BAB dan 21 Pasal.

Seperti dalam BAB II Pasal 3 disebutkan, pengawsan serta jaminan produk halal bertujuan memberikan kenyamanan, keamanan, perlindungam, keselamatan dan kepastian hukum ketersediaan produk halal dan higienis bagi masyarakat dam mengkomsumsi produk.

Dalam BAB III pada Pasal 4 disebutkan, pengawasan serta jaminan produk halal dan higienis yang dilaksanakan Pemko Medan setiap saat secara terencana dan sistematis dengan membentuk Tim Terpadu. Tim dimaksud terdiri, Pemko Medan, Balai POM, MUI, unsur masyarakat serta instansi/badan maupun lembaga lainnya.

BAB VII tentang Kewajiban pada Pasal 15, setiap pelaku usaha wajib berproduksi halal dan higienis. Mencantumkan informasi dan label halal tidaknya produk dengan jelas dan terang. Memisahkan barang dagangan yang halal dengan yang tidak halal serta mencantumkan masa berlaku produk dagangan.(ds/romisyah)


Komentar Anda

Berita Terkini