Game Zone Beroperasi Dekat Rumah Ibadah Dan Sekolah, PMII UNA Ancam Demo

/

/ Selasa, 29 Januari 2019 / 22.48 WIB

dailysatu.com-Bukanya bentuk perjudian bermodus ketangkasan tembak ikan di lokasi Eks Pasar Kisaran yang merupakan Pusat Inti Kota. Namun tanpa adanya pelarangan oleh aparat penegak hukum dan aparat pemerintah kabupaten Asahan.


Bahkan yang lebih ironisnya lagi, perjudian mesin game zone milik pengusaha turunan itu membuka usahanya berdekatan dengan rumah ibadah dan sekolah  Falahiyah.

Menanggapi hal itu, Ketua Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Asahan (PK PMII UNA), Dicky Erianda Saragi saat diminta komentanya, Selasa 29 Januari 2019 menyesalkan beroperasinya permainan mesin judi di daerah kawasan sekolah serta rumah ibadah.

"Usaha perjudian itu seharusnya tidak beroperasi dikawasan anak sekolah dan tempat ibadah. Artinya tidak ada lagi ketoleransian pada umat beragama di sekitar,"kata Dicky Erianda Saragi.

Nanda mengaku sangat kesal dikarenakan ini dapat berdampak negatif karena ini bisa mengundang anak sekolah untuk melihat permainan judi ketangkasan tembak ikan itu.

"Ini sudah berbicara soal pendidikan, saya tidak mau generasi saya hancur karena sekitarnya tempat belajar nya ada perusak otak dan mental permainan judi game zone. Maka dari itu saya minta pihak Aparat Penegak Hukum jangan hanya diam dalam hal ini,"pintanya.

Selain itu, Nanda juga mengancam apabila dalam waktu dekat tidak ditindak maka dirinya akan turun ke jalan lakukan aksi unjuk rasa meminta APH tegas dalam melakukan tindakan.

"Jika game zone itu tetap beroperasi dan beraktivitas membuka usahanya dekat rumah ibadah dan sekolah. Maka kami akan melakukan aksi turun kejalan dan medesak pemerintah kabupaten dan aparat penegak hukum untuk menghentikan segala aktivitas usaha game zone itu,"ujar Nanda. (ds/hendri)



Komentar Anda

Berita Terkini