Dipicu Dendam, Kades Tewas Dibantai Adik Ipar dan Keponakan

/

/ Kamis, 03 Januari 2019 / 20.02 WIB
Teks foto : Kapolres Nias saat memaparkan para pelaku pembunuhan Kades Benasokhi Zai dan foto korban (inset) semasa hidup
dailysatu.com - Hanya karena dendam lama, seorang Kepala Desa Tagaule, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias,Benasokhi Zai tewas mengenaskan dibantai oleh tiga orang warga pada, Selasa (1/1/2019) lalu.

yang membuat miris, para pelaku adalah adik ipar korban bersama dua keponakannya.

Dari keterangan yang diperoleh, ketiga pelaku maasing -masing berinisial AL (44) yang merupakan adik ipar korban serta OL (15) dan DL (18) yang merupakan  keponakan korban.

"Ketiga pelaku masih memilik tali persaudaraan, dari penyelidikan sementara pembunuhan tersebut dipicu lantaran dendam lama pelaku AL dengan korban," ucap Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan dihadapan wartawan,Kamis (3/1/2018).

Lebih lanjut Deni Kurniawan menjelaskan, pembunuhan sadis ini berawal saat korban melintas di depan rumah pelaku berinisial AL. Ketika itu, korban berhenti dan terlibat cekcok mulut dengan pelaku.

"Saat itu korban melintas sendiri didepan rumah pelaku, oleh pelaku korban dipanggil dan sempat terlibat cekcok mulut,"jelas Kapolres.

Tak berapa lama, pelaku AL masuk ke dalam rumah dan mengambil parang  dan langsung mengejar korban dan membacoknya.

"Melihat ayahnya berkelahi,kedua anak laki-laki pelaku yang masih duduk di bangku sekolah, masing masing berinisial DL dan OL ikut membantu ayahnya menghabisi pamannya. Mereka membacok korban berulang kali secara brutal hingga tak bergerak dan tewas mengenaskan," sebut Kapolres.

Masyarakat yang melihat aksi keji ini langsung menuju lokasi kejadian. Namun ketiga pelaku langsung melarikan diri ke dalam hutan."Petugas kita juga langsung melakukan pengejaran dan meringkus ketiga pelaku lima jam setelah kejadian," sebut Kapolres.

Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti tiga buah parang berukuran 40 cm, serta baju korban dan para pelaku yang terdapat bercak darah.

"Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 170 Ayat 2 ke 3e atau Pasal 351 Ayat 3 dari KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,"tandas Kapolres.(ds/red)
Komentar Anda

Berita Terkini