Diduga jadi tempat prostitusi, Jangga Siregar Minta Dinas Pariwisata Tutup Panti Pijat BlowArt

/

/ Kamis, 10 Januari 2019 / 15.57 WIB

dailysatu.com- Anggota Komisi C DPRD Medan, Jangga Siregar mendesak Dinas Pariwisata Medan untuk mencabut izin operasional panti pijat tradisional BlowArt yang terletak di Jalan Pare Nomor 7 Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru.

Sebab, berdasarkan hasil sidak yang dilakukannya ke lokasi tersebut, Rabu 9 Januari 2019 diduga panti pijat Blowart 'melenceng' melakukan bisnis prostitusi.

“Tutup saja operasionalnya, kita mendesak Dinas Pariwisata segera menutupnya.Kita tak mau Medan menjadi tempat hal-hal seperti itu, "tegasnya kepada wartawan Kamis 10 Januari 2018 di ruang kerjanya.

Kata politisi Partai Hanura itu dugaan adanya praktek prostitusi terselubung di panti pijat BlowArt  itu 'tercium' ketika ia beserta staf dan beberapa wartawan masuk ke dalam ruangan yang disambut receptionis bermarga Nainggolan menawarkan 'paket' kepadanya.

"Mereka menawarkan paket pijat vitalitas pria dengan harga yang bervariasi. Kalau mau 'blowjob', konsumen harus menambahkan Rp300 ribu," bebernya.

Sontak tawaran tersebut mengejutkan seluruh personil yang ikut sidak. Dan tak ingin berpanjang lebar, Ketua DPC Pemuda Islam Kota Medan ini memanggil manajemen. Lagi-lagi pihak manajemen kelabakan menjelaskan seluruh pertanyaan yang diajukan anggota DPRD Medan dan para awak media.

"Kita menyayangkan di Kota Medan yang tengah dibangun Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dengan brand Medan Rumah Kita yang religius harus ternodai oleh pengusaha yang ingin mengeruk keuntungan secara ilegal. Kita minta Dinas Pariwisata menutup usaha ini dan akan kita panggil juga pihak terkait dalam waktu dekat agar di RDP (Rapat Dengar Pendapat)-kan," katanya.

Lebih mencurigakannya lagi, sambung Jangga, pada saat sidak itu seorang bernama Jul Siregar yang mengaku Manager BlowArt tidak mampu menunjukkan izin usaha tersebut.

"Dari surat izin yang kita lihat sewaktu sidak, Rabu (9/1) kemarin, izinnya panti pijat tradisional. Tapi ketika kita minta tunjukkan kamar dan alat-alat yang mereka gunakan saat mempraktekkan apakah sesuai, pengawas BlowArt Jul Siregar menolak untuk mengatarkan. Alasannya tidak ada izin dari atasanya. Ada apa ini? Berarti ada yang mencurigakan dalam prakteknya," tandasnya.

Jangga juga tidak mau Dinas Pariwista hanya memberikan peringatan saja terhadap pemilik usaha.

“Jangan sampai ini hanya diberikan peringatan saja, dengan alibi sumber PAD. Pertanyaannya PAD apa seperti ini,” katanya.

“Razia jangan sekedar razia. Karena banyak kasus razia sekedar razia pada akhirnya razia ada oknum bermain di sana. Jangan sampai demikian, sebelum kesabaran masyarakat tidak terkendali,” pungkasnya.(ds/romisyah)

Komentar Anda

Berita Terkini