Dicecar Pertanyaan, Saperio Pinem Akui Emosi Lihat Yesus Dihina Diakun Facebook

/

/ Rabu, 02 Januari 2019 / 18.02 WIB
Teks foto : Terdakwa Aiptu Saperio Syahputra Perangin angin Pinem saat menjalani sidang penistaan agama
dailysatu.com -  Ketua Majelis Hakim Elfian, SH.MH beranggota Rahmat Hasibuan,SH dan Miduk Sinaga,SH, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Khairul Rahman serta Essahendra.

Mencecar puluhan pertanyaan kepada terdakwa penista Agama,Aiptu Saperio Syahputra Perangin angin Pinem dengan agenda tanggapan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Rabu (2/1/2019) sekira pukul 13:45 WIB

Dalam persidangan itu,ketua majelis hakim beserta anggota mempertanyakan sejak kapan saudara terdakwa menggunakan facebook, terdakwa menjawab enam bulan belakangan ini sebelum kejadian.

Lalu Elfian kembali menanyakan lagi, kenapa terdakwa sampai membuat status yang tidak pantas dibuat, terdakwa kembali menjawab, dirinya membuat status seperti itu karena ada akun yang tidak dikenal menghina Yesus yang tak pantas di ucapkan.

"Saya ada melihat status yang menghina Bunda Maria. Maka dari disitu secara spontan timbul emosi saya, serta terpancing untuk menghina Nabi Muhammad SAW melalui akun facebook saya," ungkap terdakwa Saperio Pinem memberikan keterangan dalam persidangan.

Anggota majelis hakim, Rahmat Hasibuan juga mempertanyakan kepada terdakwa, apakah handpone yang terdakwa pakai untuk bermain facebook milik terdakwa sendiri, terdakwa menjawab itu handpone milik istri nya.

"Handpone itu milik istri saya dan kalau saya bermain facebook saya pinjam sama istri saya,"kata terdakwa Saperio Pinem.

Didalam applikasi facebook, lanjut Ramat Hasibuat memberikan pertanyaan, apa yang pertama kali terdakwa lihat saat membuka applikasi facebook itu, terdakwa menjawab, saya tidak ingat dan saya hanya masukan pasword dan facebook saya langsung terbuka.

"Saya buka pasword facebook dan langsung bisa dibuka,"ujar terdakwa.

JPU Kharul Rahman dan Essahendra juga memberikan pertanyaan tetantang penggunaan facebook serata keimanan terdakwa memeluk agama Islam, namun pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh terdakwa. "Saya tidak tau kegunaan facebook,"ujar terdakwa.

Selain itu,Jaksa Essahendra juga mempertanyakan mengenain ke imanan terdakwa Saperio Pinem yang sudah memeluk agama islam dengan bersyahdat secara jelas sudah muallaf. Namun ketika perayaan hari natal kemarin,kenapa terdakwa masih mengikutin perayaan natal di gereja lapas dibuktikan dengan foto dan rekaman terdakwa sedang mengikutin perayaan natal.

Terdakwa Saperio Pinem langsung membantah bahwa dirinya megikutin perayaan natal,namun dirinya hanya melihat narapidana yang nasrani mendapatkan remisi natal saja.

"Saya tidak ada mengikutin merayaan natal pada tanggal 25 Desember kemarin di Lapas. Namun saya hanya melihat napi yang beragama nasrani mendapatkan remisi natal saja,"ujar Saperio Pinem

Sementara, pengacara terdakwa Tiopan Tarigan SH,tidak memberikan pertanyaan apapun kepada kliennnya. Pasalnya,dia menyebutkan klien memgalami gangguan jiwa.

"Untuk saat ini saya tidak ada mengajukan pertanyaan apapun kepada klien saya majelis hakim yang terhormat. Sebab,klien saya ini mengalami gangguam jiwa. Artinya dia bebas dari segala tuntutan yang ada,"ujar Tiopan Tarigan selaku pengacara terdakwa.

Setelah mendengar keterangan dari terdakwa, dan JPU serta pengacaranya. Akhirnya hakim memutuskan sidang untuk diselesaikan dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda tuntutan dari JPU.(Ds/Hendri)
Komentar Anda

Berita Terkini