BNN Gulung Satu Keluarga Jaringan Narkoba Internasional

/

/ Selasa, 15 Januari 2019 / 17.14 WIB
Teks foto : BNN Pusat saat menunjukan barang bukti narkoba.
dailysatu.com - Kembali Badan Narkotikan Nasional (BNN) Pusat bersama tim gabungan berhasil menggulung sindikat narkoba jaringan internasional, kali ini BNN mengamankan satu kapal motor (KM) Karibia yang mengangkut narkoba jenis sebanyak 70 kg sabu dan 10 ribu pil ekstasi di perairan Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur, NAD.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah tersangka yang masih satu keluarga yakni narapidana (Napi) Lapas Tanjung Gusta Ramli (53) sebagai pengendali bersama 2 anaknya M Zubir (26) dan M Zakir (22), serta menantunya Metaliana (30) dan adik kandungnya Saiful Bahri (29).

Kepala Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjend Pol Arman Depari dalam paparannnya, Selasa (15/1) mengatakan,awal terungkapnya penyelundupan narkoba jaringan internasional, berdasarkan informasi yang mereka terima sejak 3 minggu lalu. Mereka menerima informasi adanya penyelundupan narkoba menggunakan jalur laut melalui perairan Aceh.

Kemudian pihaknya berkordinasi dengan petugas gabungan dari Bea Cukai, TNI AL dan kepolisian untuk melakukan pengejaran terhadap kapal yang dimaksud.

"Dari hasil pemeriksaan kita, sabu ini dikendalikan napi yang divonis seumur hidup dengan kasus narkoba. Dia (napi) mengajak keluarganya, untuk menjemput narkona yang dikirim dari Malaysia menggunakan kapal," ungkap Arman Depari didampingi Asintel Lantamal I, Kolonel Laut (E) I Putu Budiasih.

Arman Depari mengatakan, proses penyelundupan narkoba yang dikendalikan Ramli, dengan cara berkomunikasi via ponsel dengan bandar narkoba di Malaysia. Ia memesan narkoba sesuai dengan kesepakatan, kemudian mengajak keluarganya untuk menjemput narkoba di perairan Selat Malaka perbatasan dengan Malaysia.

"Proses transaksi penyelundupan narkoba ini sudah kita awasi sejak 3 minggu lalu. Setelah barang haram itu akan diselundupkan, kita langsung lakukan kordinasi petugas gabungan, akhirnya berhasil diamankan di perairan Aceh," jelas Arman Depari.

Sejauh ini,ucap Arman Depari pihaknya belum menemukan proses pencucian uang dari hasil kejahatan narkoba, meskipun begitu, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan lembaga PPATK untuk melakukan pengecekan terhadap harta kekayaan napi tersebut.

"Sejauh ini belum ada kita temukan pencucian uang hasil narkoba dari para tersangka, tapi akan segera kita kordinasikan. Apabila ada ditemukan, maka akan segera kita sita hartanya untuk diserahkan ke negara," beber Arman Depari didampingi Kepala BNN Sumut, Brigjend Pol Marsauli Siregar.

Ditegaskan Arman Depari, penyelundupan narkoba ke Indonesia, para mafia menjadikan jalur laut sebagai areal favorit untuk penyelundupan. Untuk itu, pihaknya terus berkordinasi dengan pihak keamanan laut Bea Cukai, TNI AL dan kepolisian, karena pihaknya sejauh ini belum memiliki fasilitas untuk wilayah perairan.(ds/02)
Komentar Anda

Berita Terkini