Binluh Bahaya Narkoba Ke 300 Warga Himpunan Petani se Kabupaten Sergai, Ini Arahan Kasat Narkoba

/

/ Senin, 28 Januari 2019 / 21.37 WIB

dailysatu.com- Peredaran Narkoba sekarang ini cukup marak, yang tidak mengenal status, usia maupun jenis kelamin. Bahkan petani dan buruh sudah menjadi sasaran peredaran Narkoba dengan alasan klasik, supaya bergairah dan semangat.Yang mana semua itu adalah alasan yang tidak dapat dibenarkan.

Hal itu disampaikan Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu SH MH ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Penyuluhan (Binluh) Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang digelar di Lapangan Satuan Lalu Lintas ( Satlantas)  Polres Sergai, Senin ( 28/1/2019).

Dihadapan sekitar 300 Warga Himpunan Tani se Kabupaten Serdangbedagai ( Sergai) ini, Kasat Res Narkoba Polres Sergai juga menjelaskan Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi sudah menggelorakan Indonesia darurat narkoba, Indonesia perang dengan Narkoba.

" Kepada bapak/ ibu yang hadir sekarang ini marilah kita menjadi perpanjang tangan kami, perpanjang tangan pemerintah sampaikan kepada keluarga, tetangga, sanak famili untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, karena hukuman cukup berat. Apabila semua warga sadar dan tidak mau memakai narkoba kami tanya kepada kita semua Apakah narkoba masih laku di pasaran?. Tentu tidak," tegas AKP Martualesi.

Kegiatan Binluh bahaya Narkoba dengan sasaran petani, mantan Kapolsek Kutalimbaru ini juga mengimbau kepada masyarakat apabila ada informasi mengenai narkoba agar mau langsung menghubunginya  di nomor Handphone 08126345618.

Selain itu apabila ada warga yang menjadi pecandu narkoba jangan sungkan dan ragu untuk segera melaporkannya ke Polres Sergai, karena kalau dilaporkan itu tidak bisa dihukum tetapi pemerintah harus turun untuk memberikan rehabilitasi medis dan sosial. Hal ini diatur dalam Pasal 54,55 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Diakhir arahannya dirinya juga meminta kepada semua peserta Binluh yang hadir, apabila suatu saat ada penggrebekan di desa bapak/ibu tinggal hendaknya  jangan mau terprovokasi dan  jangan mau diadu domba oleh pengedar narkoba.


" Biasanya pengedar narkoba akan mencari perhatian dengan cara apapun supaya dia dibantu warga. Biarkan petugas bekerja bila perlu bantu dan jangan dihalang -halangi," terangnya mengakhiri. (ds/woe)
Komentar Anda

Berita Terkini