Barbutnya Uang Rp.8 Juta, Dua Aktivis Mahasiswa di OTT Polres Asahan

/

/ Kamis, 10 Januari 2019 / 19.10 WIB
Ilustrasi OTT

dailysatu.com- Diduga hendak 'memeras', Dua oknum aktivis Muhammad Umam Damanik alias Uman (23) warga Kelurahan Karang Anyer Kecamatan Kisaran Timur dan Rizky Kurniawan (20) warga Kelurahan Siumbut-umbut Kecamatan Kisaran Timur terkena Operasi Tangkap tangan (OTT) oleh polisi Polres Asahan, usai menerima uang dari salah satu staf pegawai Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan, senilai Rp 8 juta, Rabu (9/1) malam.

Informasi yang diperoleh dailysatu.com, dilapangan menyebutkan, awalnya kedua aktivis itu ada memasukan surat untuk konfirmasi untuk mempertanyakan kasus dugaan korupsi yang ada di kantor Depag Asahah, dengan mencantumkan nama organisasinya Generasi Mahasiswa Penerus Bangsa (GMPB).

Namun, sebelum melakuan pertemuan dikantor, mereka terlebih dahulu dihubungi dan diajak bertemu oleh staf kantor Depag. Akan tetapi dalam permbicaraan disinyalir kedua aktivis itu ada membicarakan uang untuk negoisiasi.

Setelah hasil komunikasi antara aktivis dan pegawai Depag itu, akhirnya mereka melakukan pertemuan itu di warung Pokel Jalan Imam Bonjol Kisaran. Setelah mereka bertemu dan menerima uang yang disepakati mereka langsung ditangkap petugas ketika usai menerima uang tersebut.

"Iya ada dua oknum aktivis kena OTT dan sekarang sudah kita amankan. Sekarang masih kia lakukan pemeriksaan terhadap mereka," ungkap  Kasat Reskrim  Polres Asahan, AKP Ricky Pripurna Atmaja melalui selulernya, Kamis (10/1).

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (PMII) Asahan, Adlin Panjaitan mengaku terkejut dengan adanya aksi OTT terhdap aktivis Mahasiswa Universitas Asahan (UNA) fakultas Hukum semeser III itu. Namun dirinya berharap agar Kapolres Asahan untuk melakukan upaya mengedepankan cara kekeluargaan kepada rekannya.

Dia juga mengaku bahwa Umam Damanik merupakan Kader PMII Asahan sedangkan Rizky Kurniawan tidak dalam organisasi manapun. Namun begitupun Umam tidak ada pernah memakai atau membawa nama PMII ketika melakukan kontrol sosial terhadap kasus-kasus dan permasalahan yang ada di Asahan ini.

"Iya memang Umam itu termasuk dalam kepengurusan PMII Asahan, dengan jbatan Bendahara. Akan tetapi rekan kami itu setiap beraktivitas menyoroti kinerja pejabat di Asahan tidak pernah memakai organisasi PMII, tapi pakai nama organisasi GMPB," ungkap ketua PMII Asahan Adlin Panjaitan.

Selain itu, informasi yang diperoleh awak media ini dilapangan mendengar jejak rekam Umam Damanik yang merupakan aktivis bertumbuh tambun kulit legam ini.

Dikenal cukup meresahkan bagi pejabat yang ada di Kabupaten Asahan.

Pasalnya,sepak terjang Umam yang dikenal 'beringas' tidak pandang buluh kerap melakukan aksi mengancam pejabat akan melakukan "Demostrasi"ke kantor pejabat jika semua permintaannya tidak dilayani.

Hal itu dikatakan salah seorang pegawai Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Asahan berinisal ZN kepada dailysatu.com, Menurutnya dia pernah mengancam akan melakukan aksi unjukrasa dengan menelpon dirinya melalui aplikasi WhatApps.Namun semua ancaman Umam  tidak ada dilayani sedikitpun oleh ZN.

 "Saya pernah akan diperasnya dengan mengancam tentang hasil pekerjan proyek hotmix. Namun tidak berhasil karena apa yang kami kerjakan sudah sesuai prosedur," ujar ZN sembari menunjukan WhatApps bukti percakapan Umam untuk melakukan pemerasan minta sejumlah uang pada dirinya . (ds/Hendri)





Komentar Anda

Berita Terkini