Target tak tercapai, Rani : Bukti Kinerja Renward Bobrok

/

/ Jumat, 14 Desember 2018 / 19.40 WIB

dailysatu.com- Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani berang dengan pernyataan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Renward Parapat yang menyebut target retribusi parkir tepi jalan umum terlalu besar, sehingga sulit direalisasikan.

Abdul Rani memastikan bahwa setiap DPRD melakukan pembahasan anggaran selalu melibatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

"Kalau bicara target itu kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemko Medan, jangan pula target disalahkan untuk menutupi kinerja Dishub yang bobrok," ujar Abdul Rani dengan nada kesal, ketika dihubungi, Jumat 14 Desember 2018.

Politikus PPP itu menilai hampir seluruh jalan di Kota Medan memiliki juru parkir (Jukir) yang mengutip retribusi kepada setiap kendaraan. Ia melihat ada yang aneh di Dishub Medan, karena dari target Rp43,2 miliar realisasinya masih dibawah 50 %.

"Misalkan dari 100 target realisasi 80, sudah cukup baik. Ini rendah sekali, dibawah 50 %, padahal kenyataan dilapangan parkir kendaraan cukup banyak," jelasnya.

Komisi D, lanjut dia, beberapa bulan lalu pernah berkunjung ke Kantor Dishub Medan untuk rapat evaluasi triwulan. Di mana, saat itu pihaknya meminta data mengenai potensi parkir, sayangnya hingga kini data tersebut tidak kunjung diberikan.


"Jangan karena ingin menutupi kinerja yang bobrok mencari alasan-alasan lain, apalagi sampai menyalahkan DPRD," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Renward Parapat mulai mencari kambing hitam terkait minimnya  realisasi retribusi parkir tepi jalan umum.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan realisasi retrubusi parkir tepi jalan umum tidak tercapai, salah satunya target yang ditetapkan melebihi potensi yang ada.

"Tiap tahun target naik, tahun depan naik lagi targetnya Rp5 miliar, itu kendala bagi kami. Target yang diberikan melebihi potensi yang ada," ujar Renward.

Akan tetapi, dia tidak menyebut berapa sebenarnya potensi retribusi parkir tepi jalan umum yang dikelola oleh Dishub Medan. Renward beralasan untuk melihat potensi yang ada perlu survey.

"Tidak bisa melihat potensi parkir dari jumlah kendaraan yang ada saat ini. Karena banyak lokasi parkir, bisa di mall. Kalau kami yang kelola hanya ditepi jalan. Selain itu memang ada kendala di sistem setoran dari jukir, terkadang menunggak," jelasnya. (ds/romisyah)
Komentar Anda

Berita Terkini