Sudah Mualaf Ikutin Acara Remisi Natal, Pinem Nyaris Buat Kericuhan Di Lapas Labuhan Ruku

/

/ Rabu, 26 Desember 2018 / 19.23 WIB

dailysatu.com-Dituding melakukan pelecehan agama di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara. Dengan mengikutin acara penyerahan remisi natal bagi narapidana agama Nasrani di dalam Lapas. Aipda Saperio Syahputra Pinem dikabarkan nyaris diamuk sesama narapidana yang beragama islam.

Pasalnya,oknum polisi yang sedang ditahan dilapas kareba kasus penistaan agama itu. Sebelumnya sudah pindah keyakinan dengan memeluk agama islam. Namun,entah kenapa pada acara penyerahan remisi natal pada narapidana yang beragama Nasrani. Dirinya ikut menghadiri acara tersebut.

Sontak saja narapidana yang beragama islam yang melihat dirinya ikut menghadiri, menjadi keberatan dengan meneriakinnya dan memaki serta mengumpatnya karena masih mengikutin acara yang khusus bagi narapidana beragamaa Kristen. Untung saja kericuhan itu bisa cepat diredakan oleh sipir di lapas.

Menanggapin hal itu, Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP) Kelas II/A Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, Partomuan Ritonga membantah terjadinya keributan antar napi akibat ulah oknum polisi terdakwa penista agama Aipda Saperio Syahputra Peranginangin alias Separio Pinem yang dianggap telah mempermainkan agama.

"Isu itu tidak benar. Sekali lagi itu tidak benar." ujar Partomuan Ritonga kepada dailysatu.com ,Rabu (26/12) sekira pukul 13:16 WIB melalui sambungan selulernya.

Selain itu,Partomuan juga membantah Separio Pinem telah mempermainkan agama dengan ikut perayaan natal bersama di Lapas Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, pada Selasa kemarin.

Padahal sebelumnya terdakwa yang masih berstatus polisi aktif tersebut telah menyatakan diri memeluk agama Islam disaksikan para pejabat Lapas, Kemenag dan para penghuni Lapas setelah dirinya terjerat kasus penistaan agama.

Pejabat Lapas ini mengakui rumor tentang keributan antar napi gara gara ulah oknum polisi Sabhara Polres Asahan itu lagi memanas di medsos. Namun rumor itu ditampiknya tidak benar.

 "Kalau soal keributan antar napi gara-gara ulah Separio, itu tidak benar," katanya.

Yang ada, bebernya, hanya soal Separio masuk gereja. Itupun tidak memunculkan reaksi apapun dari para penghuni Lapas. Separio dinyatakan tidak benar masuk gereja dalam rangka perayaan Natal bersama di Lapas. Oknum Polisi Penista agama Islam ini memang benar masuk gereja akan tetapi dalam kaitan acara penyerahan remisi para napi umat kristiani.

"Saya hadir dalam acara itu. Dan saya sempat menegur Separio, ngapain kau ikut masuk kemari,"ujarnya. Akan tetapi terdakwa kasus penistaan agama tersebut saat ditegur tidak menjawab. Partomuan juga kembali menegaskan, tidak ada riak keributan apapun di Lapas tersebut apalagi karena ulah oknum polisi yang terlilit kasus penghinaan  terhadap nabi Muhammad SAW itu. Malah acara penyerahan remisi itu langsung disaksikan Waka Polres Batubara.

"Sama sekali tidak ada riak keributan apapun,"tegasnya.

Dijelaskannya, pada hari puncak Natal kemarin, Lapas kelas II A Labuhan Ruku memang dipenuhi oleh personil kepolisian. Akan tetapi hadirnya petugas kepolisian hanya berkaitan permintaan Lapas untuk pengamanan ekstra dalam kaitan hari Natal, 25 Desember. (ds/Hendri)



Komentar Anda

Berita Terkini